
Kasi Kedaruratan BPBD Bojonegoro, MZ Budi Mulyono mengatakan, kemarin sebanyak enam titik di kawasan kota telah di kirim logistik, sedangkan hari ini giliran dua desa di Kecamatan Kanor yaitu desa Kabalan dan Piyak. Dropping logistik itu dilakukan untuk mengantisipasi datangnya banjir yang diprediksi terjadi pada akhir Desember ini.
"Sewaktu-waktu banjir datang kita sudah siap semuanya, sehingga kita tidak bingung memikirkan logistik, tinggal melakukan evakuasi warga terdampak," jelasnya, Selasa (16/12/2014).
Dikatakan, logistik yang didistribusikan di Desa Piyak dan Kabalan Kecamatan Kanor itu masing-masing beras 3 kuintal, gula 15 kilogram dan minyak goreng 15 Kg.
"Kami sudah siap menghadapi banjir yang datang dan siap membantu para korban jika memang bencana banjir terjadi di Bojonegoro. Karena setiap tahun Bengawan Solo selalu meluap," tandasnya.
Di Bojonegoro tercatat 15 kecamatan di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo masuk ke dalam titik banjir. Diperkirakan minggu terakhir bulan Desember sampai awal Januari curah hujan naik di Pulau Jawa dan di khawatirkan membuat debit air Bengawan Solo naik. Selain banjir luapan bengawan, BPBD juga mengantisipasi banjir bandang dari wilayah selatan Bojonegoro.



