BONDOWOSO (BangsaOnline) - Lembaga pemberdayaan pengembangan sosial masyarakat (LP2SM) Bondowoso kembali menggalang masyarakat untuk mengembangkan bank sampah guna melestarikan lingkungan dan menambah sumber penghasilan masyarakat.
Untung Sutrisno ketua LP2SM bondowoso saat ditemui wartawan menjelaskan tahun 2014 ini bank sampah ini sudah mulai dikembangkan oleh masyarakat bondowoso salah satunya yaitu oleh masyarakat RW 3 kelurahan badean, kecamatan kota, dan sudah mempunyai anggota sebanyak 127 Kepala keluarga. Kegiatan peduli lingkungan ini penting untuk dilakukan, khususnya ketika musim hujan.
"Saat ini udah ada 127 kepala keluarga yang tersebar di RT,19, 20, dan 21" Ujar Lurah Badean, Zainur Ridha.
Menurutnya, Selain sampah yang dapat mengotori lingkungan, juga berpotensi menyebabkan banjir akibat menyumbat saluran drainase. Dan ini dimungkinkan terjadi mengingat kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat hingga ke sungai dan selokan.
Sejauh ini bank sampah telah berhasil dikembangkan dan dinilai cukup efektif karena mampu meminimalisir masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.
”Kegiatan yang dilakukan yaitu masyarakat secara individu memilah antara sampah organik dan sampah non organik yang nantinya tersebut disetorkan kepada pihak bank sampah sebagai pengelola, sehingga menjadi sumber tambahan penghasilan,” ujar Untung Sutrisno.
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar bisa membuang sampah pada tempatnya. Khususnya bagi masyarakat yang belum mengembangkan kegiatan bank sampah, karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bondowoso, Bambang Kirno, mengatakan, Pengelolaan sampah ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku yang bermanfaat, dan merupakan salah satu upaya kepedulian terhadap lingkungan dan sekitarnya.
Dijelaskan, pengelolaan sampah ini sudah berlangsung sejak enam bulan yang lalu, dan terbukti sampah yang dikelola olah masyarakat kini mampu menambah penghasilan. Sehingga sampah yang dulunya dibuang begitu saja, kini dapat dijadikan sebagai penambah penghasilan.
“Jika dirata-ratakan, setiap keluarga dapat menghasilkan 2 kg sampah kering
dan basah. Sampah kering dapat dijual dan sampah basah diolah menjadi
kompos yang berguna untuk pupuk tanaman pekarangan,” cetus Zainur Ridha.
“Semoga saja, RW dan RT lainnya dapat mengikuti jejak RW 03, agar dapat membangkitkan semangat untuk cinta lingkungan dan kebersihan,” harapnya.



