JAKARTA(BangsaOnline) Brigadir Polisi Kumala Tua Aritonang, anggota jajaran Direktorat
Narkoba Polda Bengkulu, melakukan aksi unjuk rasa dengan melepas seragam
dinasnya di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2014.
Dia
menuntut agar mantan atasannya eks Kapolres Seluma, AKBP Parhorian
Lumbangaol, agar diproses secara hukum lantaran telah melakukan
pemerasan terhadap dirinya hingga Rp 20 miliar dalam sebuah kerjasama
bisnis.
"Ini tentang pemerasan, pengancaman, penipuan, dan
penggelapan rumah saya, yang rumah itu didapat dari warisan istri saya.
Jadi saya dan istri sudah lapor ke Mabes Polri dan Polda Bengkulu. Saya
berharap kasus ini jangan dilimpahkan ke Polda Bengkulu, tetapi masih
juga dilimpahkan, jadi kami sangat kecewa, apalagi pimpinan polri hanya
mendengar masukan dari bawahan, tidak mendengar langsung dari saya sendiri," ungkap Kumala Tua kepada VIVAnews.
Menurutnya,
peristiwa ini bermula pada tahun 2009. Saat itu atasannya AKBP
Parhorian Lumbangaol mengajak istrinya, Junita Mardaleni, yang merupakan
pengusaha di bidang properti untuk bekerjasama.
Awalnya, atasannya ini
memberikan dana sebesar Rp30 juta, dan kerjasama pertamanya sukses. Uang
saat itu berhasil dikembalikan. Setelah itu, ia kembali melakukan
kerjasama dengan pinjaman dana lebih besar, yakni Rp800 juta. Namun
ternyata gagal. Sementara atasannya itu menagih uang pinjamannya dengan
bunga 10-15 persen.
"Saya ingin membuat kasus ini nasional, kalau
memang dianggap saya berpakaian dinas memalukan polisi, saya siap
menerima sanksi apapun," ucapnya.
"Jadi dilihatnya saya ada usaha
dia mulai ngusili saya, pokoknya dia itu rentenir, saya akhirnya nggak
tahan juga. Saya sangat berharap dapat bertemu dengan dengan presiden
atau kapolri. Kalau yang mewakili, saya nggak yakin, karena sudah sering
saya ketemu," tambahnya.
Dalam aksinya Kumala tak sendiri, ia rupanya dibantu LSM Gerakan Peduli Sesama.
Sebelumnya
anggota kepolisian ini juga telah melakukan aksi unjukrasa di Bundaran
HI, senayan, Jakarta Pusat, Senin kemarin, 8 Desember 2014. "Kalau mau
kaya jangan jadi polisi dong," tutupnya
dengan kesal.




