TUBAN (bangsaonline) - Upaya penggerebekan miras jenis arak yang dilakukan petugas gabungan oleh satpol PP, TNI dan Polres Tuban, Selasa (9/11/2014) tak membuahkan hasil. Dari dua tempat yang diduga sebagai tempat produksi arak, ketika digerebek tak satu pun mendapatkan hasil.
“Kemungkinan bocor ada. Namun, mungkin juga para produsen arak tersebut sudah merasa jera atau takut untuk memproduksi arak lagi,” kata Kasi Penindakan Satpol PP Tuban, Daryuti. Daryuti mengungkapkan, dari dua lokasi yang diduga sebagai tempat produksi di antaranya rumah Jasminto di Dusun Janten, Desa Ngino, Kecamatan Semanding, dan Edi Desa Tegalagung Kecamatan Semanding. Saat didatangi petugas ternyata tidak ditemukan barang atau peralatan yang biasanya dibuat untuk memproduksi arak.
“Paska penggerebekan yang tak membuahkan hasil ini, kami akan melakukan evaluasi di internal korp maupun pada saat akan melakukan razia gabungan, karena dari laporan masyarakat masih banyak warga yang memproduksi miras jenis arak,” bebernya.
Sementara, Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tuban Khoirul Huda SAg mengaku prihatin dengan upaya yang tidak maksimal dan kerap gagal atau bocor untuk memberantas produksi miras ini. Ia menduga ada mafia diinternal penegak hukum. Sehingga penggerebekan itu tak membuahkan hasil.
“Ini pasti ada mafia di internal para penagak hukum, sangat tidak mungkin mereka mengetahui akan dilakukan pengerebekan, jika rencana tersebut tidak dibocorkan terlebih dahulu,”katanya.
Ditambakan Huda, GP Ansor siap menawarkan jika Ansor dilibatkan dan diberikan kewenangan untuk ikut memberantas para produsen dan bandar pembuatan miras jenis arak tersebut.
“Kalau seperti ini terus, saya (GP Ansor, red) bersama ormas Islam lain, baik itu dari Pemuda Muhammadiyah dan atau kalau diperbolehkan bersama FPI juga melakukan razia sendiri,” tegasnya.




