Dikeluhkan Petani, Lima Kisi-kisi Pintu Dam Sluice Akhirnya Dibongkar

SITUBONDO (BangsaOnline) - Setelah gabungan pengurus Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Daerah Irigasi Sampean Lama Situbondo yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Situbondo mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya senin lalu, untuk meminta kisi-kisi pada lima pintu Dam Sluice dibuka, akhirnya hari ini Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksana Jaringan Pemamfatan Air (SNVT PJPA) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya, turun langsung untuk meninjau lokasi.

Setelah kepala SNVT PJPA dan Kabid BBWS Brantas bermusyarah dengan warga yang disaksikan Kepala Dinas DBMP Situbondo, lima kisi-kisi pada lima pintu Dam Sluice dinyatakan akan dibuka dengan beberapa persyaratan yang harus di patuhi bersama oleh para petani.

“Hasil musyawarah di lokasi tetap sama seperti di kantor SNVT PJPA di Surabaya. Yaitu kisi-kisi tetap dibuka dengan beberapa persyaratan yang harus dilakukan pengurus HIPPA atau para petani,” kata Kepala DBMP Situbondo, Yoyok Mulyadi, yang mendampingi para petani.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi gabungan pengurus HIPPA dan petani, yakni harus bekerja bakti apabila ada sampah yang masuk ke sungai setelah kisi-kisinya dibuka. Persyaratan itupun diamini oleh gabungan HIPPA. “Jangankan sampah, bangkai saja akan tetap diangkat oleh petani,” kata ketua gabungan HIPPA, Supiyono.

Kepala SNVT PJPA Surabaya, Ahmad Fauzi mengatakan, pembukaan lima kisi-kisi tersebut dilakukan berdasar permintaan para petani yang mengeluhkan kecilnya air apabila ada sampah yang menyumbat pada kisi-kisi. “Petani menuntut agar kisi-kisi dilepas, ya kita lepas,” kata Ahmad Fauzi, saat memantau proses pelepasan kisi-kisi Dam Sluice.

Dia menjelaskan, pembangunan kisi-kisi dam Sluice tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Akan tetapi, karena dianggap merugikan para petani, maka kisi-kisi dibuka juga untuk kepentingan masyarakat. “Kita sudah memberikan dampak-dampak dibukanya kisi kisi, dan petani siap. Ada syaratnya, jika ada sampah, petani harus gotong royong membersihkannya,” terangnya.

Dengan keputusan dibukanya lima kisi-kisi pada dam Sluice, maka kisi-kisi pada dam Sampean Lama di Desa Kotakan Kecamatan Situbondo tidak boleh dibuka, karena sampah yang masuk dala aliran sungai akan terhanyut hingga ke kota. “Untuk kisi-kisi yang di atas (dam Sampean lama) tidak boleh dibuka, kalau dibuka sampah akan masuk ke pintu lima (dam Sluice) dan itu yang berbahaya,” pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: