Buku ‘Al-Qaeda : Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya' Dibedah

SURABAYA (bangsaonline) - PWNU Jatim membedah buku karya KH As’ad Said Ali berjudul ‘Al-Qaeda : Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya’ di Empire Palace Surabaya, Sabtu (29/11/2014). 

Hadir saat bedah buku ini Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj, Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri , mantan Mendikbud M Nuh, penulis dan penyaji buku KH As’ad Said Ali. Sebagai pembedah buku adalah KH Mashuri Malik, Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali), dan KH Ihwanul Qirom.

Hadir pula Guru Besar Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj,  perwakilan pengurus PCNU se-Jatim, beberapa pengasuh ponpes di Jatim, mahasiswa, dan banyak lagi dari unsur NU.

Mutawakkil Alallah yang memberikan sambutan pertama kali mengatakna, buku Al-qaedah merupakan buku yang istimewa dan luar biasa. Ini karena ada 3 hal. “Pertama, penulisnya adalah seorang tokoh dan salah satu ketua bahkan wakil ketua organisasi keagamaan moderat terbesar di dunia. Sang penulis berbicara tentang organisasi radikal seperti Al-Qaedah dan sejenisnya yang dimana radikalisme agama ini menjadi kecemasan duina internasional,” ungkap Mutawakkil. 

Kedua, momen diluncurkannya buku ini sangat tepat, dimana agama Islam menjadi fokus dunia internasinal untuk dijadikan sebagai platform yang tepat untuk mencapai tujuan perdamaian dunia.Dan secara kebetulan pula momen diluncurkannya buku ini bertepatan pada saat indonesia memiliki pemimpin yang baru, yakni Presiden RI Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Ketiga, buku ini didasari oleh data dan analisis yang mendalam, bukan hanya secara ilmiah tetapi juga berdasarkan pengalaman dan dialog yang dialami penulis dgn masyarakatdengan latar belakang suku, agama, ras, lapisan, bahkan antar negara yang berbeda. 

“Ibarat hadits, buku ini ibarat hadits shahih. Karena itu buku ini dianggap dapat memperkuat paham keagamaan dan prinsip kemasyarakatan yang selama ini dipegang oleh NU. Bahwa NU didalam menegakkan agama dan syiar agama disamping paham berdasarkan al-quran dan hadis, NU juga mempunyai sifat kemasyarakatan yang berdasarkan Amar ma'ruf nahi munkar,” urainya.

Ditambahkannya, NU tidak menganut paham radikal seperti Al-Qaedah dan sejenisnya, NUdengan jelas menolak Al-Qaeda. “Jadi buku ini ibarat petunjuk bagi warga NU dan seluruh generasi muda dalam menghadapi era globalisasi. Kita tetap konsisten memegang teguh sifat kemasyarakatan sesuai dengan yang diajarkan para pendiri NU,” lanjutnya. 

Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj mengatakan, NU diakui oleh berbagai negara di dunia sebagai harapan bagi perdamaian dunia. Ini karena NU memiliki ideologi politik yang baik. Oleh karena itu, ideologi politik ini harus dipertahankan dan diperkuat.

“Saya mendengar sendiri, banyak negara-negara yang mengatakan ingin belajar ke Indonesia khususnya belajar ke NU, karena mayoritas umatnya beragama muslim dan mampu hidup harmonis.Islam di Indonesia menyejukkan dan menentramkan,” katanya. 

“Jadi buku ini sangat penting juga bagi warga NU, bukan hanya penting bagi orang-orang luar.Saya harap buku ini bisa diterjemahkan ke bahasa-bahasa lain karna bermanfaat untuk dunia Islam pada khususnya, dan seluruh negara di dunia pada umumnya,” lanjutnya.

Wakil Gebernur Jatim Gus Ipul mengatakan buku ini sangat bagus karena memang layak dibaca. “Kedua, karena peluncurannya jelang muktamar. Saya hanya pesan untuk muktamar nanti, pengurus NU jangan hanya menyuruh jamaahnya ziarah wali, tetapi seluruh pengurus NU harus juga ziarah,” ujarnya disambut tempuk tangan peserta bedah buku. 

Sementara, Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri berpendapat bahwa buku ini menyajikan informs-informsi jernih mengenai ideology jihad dan perkembangannya tanpa pretense pemihakan atau penghakiman. 

“Buku ini rujukan yang sangat berharga. Dan perlu dibaca oleh orang di luar NU. Buku ini lengkap dengan dalil-dalil. Dari pendahuluan saja sudah diketahui buku ditulis orang NU yang luar biasa, intelek, seorang inteligen dan datanya sangat valid. Saya harap buku ini bisa diterjemahkan ke bahasa lain agar bermafaat bagi Islam dan dunia, utamanya bagi mereka yang peduli dan mendambakan perbaikan kondisi pergaulan kemanusiaan dunia,” tandasnya. 

KH Agoes Ali Mashuri yang membedah buku mengatakan, penulis buku pasti sangat gemar membaca buku karena isi dan cakupannya sangat luas. Banyak lintas didalamnya mulai lintas agama, bangsa, negara, ideology, dan politik. 

“Sebuah gerakan memang harus berangkat dari ideology. Seperti partai atau organisasi. Jika tidak berdasar pada ideology, maka tak akan bertahan lama dan mudah dipatahkan lawan. Buku ada pesan yang multi dimensi. Datanya valid sehingga pembacanya mendapatkan pencerahan,” komentar dia. 

Masih menurut Gus Ali, buku ini ada kedalaman analisis. Penggambaran kajian jelas menunjukkan pemikir yang tak sembarangan. Bahasanya sangat lugas, cerdas. “Penulis sungguh-sungguh berdialog dengan obyeknya yang berbeda agama, suku, ras, ideology dan negara. Penjelasannya sangat naratif, destruktif, obyektif, empiri. Penggambaran mengenai siapa Al qaeda jelas mulai asbabun nuzul, asbabul wurud, hingga eksistensinya,” tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: