
SIDOARJO (BangsaOnline) - Tak hanya angkutan umum seperti bus dan angkot yang tarifnya naik sebagai imbas kenaikan harga BBM jenis premium dan solar yang mencapai Rp 2.000 perliter. Hal tersebut berdampak pula pada jasa angkutan ojek motor.
Tarif ojek yang naik diantaranya berlaku di pangkalan ojek di Jalan Raya Keramaian Kecamatan Candi, Sidoarjo. Bila biasanya pengojek ditempat tersebut mematok harga Rp. 5.000 sekali angkut, sejak kenaikan BBM, mereka memberlakukan tarif baru dengan harga Rp 7.000 sekali angkut penumpang.”Ya terpaksa kita harus menaikkan mas, lha wong BBM naik kok, semua juga pasti naik,” kata Jono (37) pengojek setempat sambil menunggu penumpang, kepada BangsaOnline, Jumat (21/11/2014).
Pria dua anak asal Kecamatan Candi tersebut mengaku, terbilang sejak mangkal mulai pukul 08.00 wib belum mendapat penglaris tersebut. “Dari tadi sepi mas, gak seperti biasanya,” katanya.
Hal yang sama dirasakan oleh Lukan (32) pengojek lain temannya Jono yang mengaku kecewa dengan kenaikan BBM. “Ya, mau gak mau harus naik. Kami sebagai orang kecil mengikuti pemerintah,” katanya. Mungkin kedua tukang ojek motor tersebut sebagian dari ribuan orang yang berimbas dari kenaikan BBM.



