SURABAYA (BangsaOnline) – Polda Jatim menyatakan akan melakukan Operasi Zebra Semeru tahun 2014, terhitung sejak November hingga 9 Desember 2014. Operasi dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Wadirlantas Polda Jatim AKBP Yusuf mengatakan, fokus Operasi Zebra kali ini ialah menindak pengguna jalan yang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas, yakni tidak memakai helm, melanggar marka jalan, dan rambu-rambu lalu lintas.
“Pelanggar akan ditindak langsung di tempat,” ujar AKBP Yusuf didampingi Staf Humas Polda Jatim Kompol Wiwik, Kamis (20/11).
“Setiap ada pengguna jalan yang melanggar dua itu, maka akan ditindak tegas dan tidak ada toleransi. Sebab, dua jenis pelanggaran inilah yang banyak mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga banyaknya korban meninggal dunia,” imbuhnya.
Dua jenis penindakan yang akan diterapkan dalam Operasi Zebra ini. Yakni penindakan stasioner (penindakan melalui razia) dan penindakan hunting system atau patrol lalu lintas. Operasi Zebra 2014 akan dilaksanakan di seluruh Jatim, dan dilakukan oleh petugas gabungan dari polisi, Dishub dan anggota TNI, yang seluruhnya berjumlah 3.029 personel. “Kami dibantu Dishub dan TNI,” jelas mantan Kapolres Banyuwangi itu.
Berdasarkan hasil Operasi Zebra tahun 2012, jumlah pelang garan sebanyak 61.276. Sedangkan di tahun 2013 jumlah pelanggaran sebanyak 93.314. “Ada kenaikan 53 persen,” papar Yusuf.
Sedangkan jumlah lakalantas tahun 2012 sebanyak 654 kejadian (114 korban meninggal), dan tahun 2013 sebanyak 521 kejadian (89 korban meninggal). “Ada penurunan 20 persen,” tandasnya.




