Kemenristek Dikti Gelontorkan Rp 42 Triliun Penelitian

SURABAYA (bangsoanline) - Perombakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dibagi menjadi dua departemen yakni Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristek Dikti) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berimbas terhadap anggaran Kementerian Riset dan Dikti dalam lima tahun ke depan. 

Staff Khusus Kemenristek Dikti Drs Wahid Maktub MSi menjelaskan pembagian ini tidak hanya berdampak pada alokasi anggaran, pemecahan kementerian ini juga berpengaruh pada jajaran dibawahnya. 

"Kami masih melakukan pengkajian mengenai apakah akan ada perubahan nama dirjen atau deputi, karena sebelumnya dirjen kan bernaung pada Kemendikbud, kalau tidak ada jalan keluar maka akan berdampak pada alokasi anggaran," ujar Wahid Maktub , ditemui ketika menghadiri Wisuda D3 Kebidanan Akbid Permata Delima Mojokerto Tahun Akademik 2013-2014 di Gramedia Expo, kemarin. Pada wisuda ini, ada 25 orang wisudawati yang diambil sumpahnya sebelum diberikan gelarnya. 

Wahid mengatakan, dengan struktur baru kementerian bentukan Presiden Joko Widodo, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang tadinya bernaung di bawah Kemendikbud bakal bergabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Padahal, di Kemenristek belum ada alokasi anggaran buat Ditjen Dikti, yakni hanya Rp 700 miliar. "Dan itu yang sedang kita pikirkan sekarang ini, terlebih sekarang ini ada Menko sehingga semua saling bersinergi," terang Wahid. 

Untuk diketahui, anggaran Pendidikan Tinggi itu merupakan bagian dari 20 persen atau Rp 368,899 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014. Sedangkan, anggaran riset penelitian hanya sekitar 0.08 persen dari Produk Domestik Bruto.

Sementara, Kemenristek Dikti akan mengelontorkan anggaran penelitian Rp 42 triliun untuk menciptakan inovasi tepat guna dan menciptakan tenaga peneliti terampil di bidangnya. Wahid mengatakan, selama ini untuk inovasi dan penelitian masih berkutat pada temuan yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Karenanya kedepan Kemenristek Dikti akan menjaring semuanya tidak hanya dari Perguruan Tinggi, tapi juga temuan-temuan dari perorangan, maupun kelompok, sehingga Indonesia lebih dikenal tidak hanya di dalam negeri, namun bisa mancanegara. 

"Sekarang ini kita mulai memperluas, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi, tentunya nanti juga ada seleksi, masyarakat itu bisa industri, swasta, atau perusahaan, jadi semua nanti saling bersinergi," urai Wahid.
Tidak adanya mengembangkan hasil karya dalam negeri, kata Wahid,

Kemenristek Dikti juga akan menggandeng negara luar untuk melakukan inovasi. "Begitu juga kerjasama dengan Amerika, Jerman, mulai melakukan komunikasi kerjasama, misalnya itu dibidang kesehatan, juga pertanian, dan juga nanti kemaritiman, dan itu kita sudah mulai evaluasi lagi supaya masyarakat tahu," terang Wahid.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kemenristek Dikti Gelontorkan Rp 42 Triliun Penelitian