Klaim Bau Gas Sumur JOB P-PEJ Tak Bahaya

Klaim Bau Gas Sumur JOB P-PEJ Tak Bahaya

BOJONEGORO (bangsaonline) -  Pasca insiden munculnya bau tidak sedap yang terjadi di Desa Ngampel Kecamatan/Kota Bojonegoro sejak Kamis (13/11) lalu, Field Manager Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Junizar H Dipodiwirjo memastikan bau tersebut tidak berbahaya. 

"Bau tidak sedap tersebut muncul setelah dilakukan pembakaran sumur Skw 28 dengan menggunakan nitrogen (cairan biasa,red). Bau tidak sedap itu tidak berbahaya," ujarnya kepada BangsaOnline, Sabtu (15/11/2014). 

Ia juga menegaskan jika sebelum pembakaran di sumur 28 Pad B JOB P-PEJ telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar khususnya kepada perangkat desa setempat.

"Pengeboran dan uji kandungan ini dalam rangka peningkatan produksi migas nasional sebagaimana Inpres Nomor 2 Tahun 2012. Sesuai prosedurnya, sebelum melakukan uji kandungan atau pengeboran JOB PPEJ wajib melakukan sosialisasi," kata Junizar.

Dijelaskan, sosialisasi dilakukan dengan mengumpulkan warga di Balai Desa dan dengan tokoh masyarakat di mushollah. Bahkan karena saat uji kandungan sumur SKWT 28 dapat menyebabkan bau menyengat, walaupun bukan gas beracun, JOB PPEJ telah membagikan masker untuk guru dan murid SDN Ngampel.

"Jadi selain melakukan sosialisasi, JOB PPEJ juga membagikan masker pada guru dan murid SDN Ngampel. Itu sebagai langkah antisipatif," tegasnya.

Dipaparkan, Sumur SKWT #28 adalah sumur pengeboran yang terletak di Desa Ngampel Kecamatan Kapas Bojonegoro. Sumur tersebut merupakan salah satu dari rencana beberapa sumur yang akan dibor dan uji kandungannya untuk memastikan kandungan migasnya.

"Namun pada uji sumur itu, minyak tidak dapat segera keluar dikarenakan adanya sumbatan. Untuk menghilangkan sumbatan tersebut, dimasukkan nitrogen yang saat terlepas di udara menimbulkan bau tidak sedap dikarenakan telah bercampur dengan air dan garam yang telah lama ada dalam sumur sebagai bagian dari proses pengeboran," jelasnya.

Ditambahkan, acap kali uji kandungan juga disertai “bakar-bakar” yang juga dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bakar-bakar tersebut dilakukan dalam rangka tindakan pencegahan blow out.

"Uji sumur ini jelas bukan pertama kali dilakukan JOB PPEJ. Warga pun sudah paham dengan kegiatan uji kandungan potensi migas yang menjadi salah satu sumber Dana Bagi Hasil bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan sumber penting pendapatan negara atau APBN," tambahnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, JOB PPEJ selalu rutin setiap tahun dilakukan simulasi pelatihan penanggulangan keadaan darurat bencana bersama antar warga, Pemkab, Muspida dan JOB PPEJ. "Dalam semua kegiatan kami mengacu pada standar operasi yang tinggi untuk menjamin semua kegiatan berlangsung aman. Karena itu kami juga melakukan simulasi penanggulangan keadaan darurat," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan siswa-siswi SD dan warga Desa Ngampel merasa resah dengan munculnya bau tidak yang muncul dari pemboran Migas JOB P-PEJ. Namun, bau yang menyerupai belerang itu tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: