Masuki Musim Hujan, Petani Bojonegoro Mulai Tanam Padi

BOJONEGORO (bangsaonline)

Hujan yang mulai turun sejak beberapa hari terakhir, dimanfaatkan para petani di Bojonegoro untuk memulai bertanam padi. Hal itu dilakukan agar pada saat masa panen tanaman padi tidak terendam air banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

"Sebentar lagi kan sudah mulai musim penghujan (rendeng), jadi tanamnya dipercepat agar pada masa panen tidak sampai kebanjiran," ujar salah satu petani di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Suhadi, Kamis (13/11/2014).

Para petani yang sudah mulai bertanam padi tersebut diantaranya di Kecamatan Kanor, Baureno dan Balen. Mereka mengandalkan air dari Sungai Bengawan Solo yang dialirkan melalui pompa air. Selain itu, sebagian petani mengandalkan kiriman air hujan yang mulai turun diakhir musim kemarau ini.

"Rata-rata sudah berumur satu sampai dua minggu tanaman padi warga sini," sambungnya.

Menurut dia, penanaman padi menjelang musim rendeng ini oleh para petani dilakukan secara tidak serempak. Sebab sebagian sawah para petani masih belum terairi air. Selain itu ada juga yang baru memulai pengolahan tanah.

Petani lain asal Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Budi (54) mengungkapkan, ia segera bertanam padi karena hujan di wilayahnya sudah mulai turun. Namun, ia khawatir jika tanaman padinya besok akan mudah terserang penyakit.

"Biasanya kalau pergantian musim (dari kemarau ke penghujan,red) seperti ini banyak sekali penyakit yang menyerang tanaman padi, seperti wereng, sundep dan tikus," terangnya.

Meski demikian, ia berharap tanaman padinya di pertengah musim ini berhasil. Sebab, para petani hanya mengandalkan lahan sawah yang ditanami padi itu untuk kehidupan sehari-hari. "Orang desa itu satu tahun panen hanya 2 kali, pada musim kemarau dan akhir penghujan masuk kemarau, kalau tanam kali ini kan akhir kemarau masuk ke penghujan. Biasanya banjirnya yang tidak bisa dihindari," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Djupari menghimbauan agar para petani mempercepat tanam padi di akhir musim kemarau masuk ke rendeng ini. Ia juga sudah menyampaikan kepada seluruh camat di Kabupaten Bojonegoro.

"Setelah itu, imbauan tersebut diteruskan kepada seluruh kepala desa untuk disampaikan kepada petani di daerahnya masing-masing, khususnya wilayah yang dekat bantaran sungai Bengawan Solo untuk segera bertanam padi agar pada masa panen tidak sampai terendam luapan air banjir," ujar Djupari.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Masuki Musim Hujan, Petani Bojonegoro Mulai Tanam Padi