
TUBAN (bangsaonline) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Kementerian Agama (Kemenag) Tuban mendukung sekolah jurnalistik agar menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan madrasah. Dua pucuk pimpinan dunia pendidikan itu bakal menginstruksikan kepada sekolah maupun madrasah yang berada dibawah naungannya agar menjadikan jurnalistik sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
"Kami sangat mendukung kegiatan sekolah jurnalistik ini, kedepan akan kami jadikan kegiatan ekstrakurikuler, baik SMA, SMK maupun SMP," ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban, Drs Sutrisno saat ditemui diacara penutupan sekolah jurnalistik di aula diknas setempat, Senin (10/11/2014)
Agar kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan lancar, maka instansinya bakal menggandeng wartawan Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) untuk menjadi guru tamu. Artinya, meminta para wartawan menyempatkan diri untuk berbagi ilmunya pada siswa.
Hal serupa disampaikan, Kepala Kemenag Tunan Drs Abdul Wahib MPdi. Iamengatakan setuju jika sekolah jurnalistik tersebut dijadikan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di madrasah. Karena selain meningkatkan membaca dan menulis pada siswa, juga dapat mengembangkan komunikasi dan pikiran siswa.
"Yang pasti kami mendukung jurnalistik ini untuk dijadikan kegiatan ekstrakutiler, yang penting madrasahnya mampu. Mulai pengajarnya maupun dana cetak majalahnya," tukasnya.



