LONDON(BangsaOnline) Warga Inggris yang kini berjumlah sekitar 53 juta jiwa ternyata mayoritas membenci agama. Lebih dari separuh atau sekitar 30 juta lebih orang Inggris
percaya kalau agama lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya. Sedangkan
hanya seperempatnya saja yang percaya agama membawa kebaikan.
Menurut 20 persen orang Inggris yang mengaku beragama, agama itu berbahaya bagi
masyarakat.
Berdasarkan penelitian dari The Huffington Post, bagi orang Inggris modern saat
ini, memeluk agama merupakan suatu tantangan besar.
Jika ditelusuri, hanya delapan persen orang yang benar-benar percaya pada
agama. Sisanya sebanyak 60 persen mengaku tidak beragama alias ateis.
Sekitar 55 persen lagi percaya agama tidak membuat mereka menjadi orang yang
lebih baik.
Satu dari delapan orang Inggris mengatakan ateis jauh lebih bermoral. Sedangkan
enam persen lainnya mengatakan ateis tidak bermoral.
Dari survei kepada 2.004 orang, 56 persen menyatakan dirinya penganut Kristen,
2,5 persen adalah muslim, satu persen Yahudi, dan sisanya ateis.
Seperti yang dilansir oleh koran the Independent, Jumat (7/11), anak-anak muda
di sana lebih menyukai sudut pandang positif dari sebuah agama. Sekitar 30
persen responden berusia 18-24 tahun percaya agama dapat memberikan pengaruh
yang baik. Sedangkan hanya 19 persen responden berusia usia 55-64 tahun
menyatakan percaya pada agama.
Linda Woodhead, profesor sosiologi Universitas Lancaster mengatakan pada The
Huffington Post, tren yang terjadi saat ini menyatakan agama hanya dianggap
sebagai lembaga dan itu benar-benar mengecewakan.
"Apa yang kita lihat selama ini bukanlah sepenuhnya penolakan terhadap
keyakinan, percaya kepada Tuhan, atau spiritualitas, meski memang ada yang
seperti itu. Tapi sepanjang sejarah, masyarakat lebih mengenal agama sebagai
bentuk institusi.
Kepala eksekutif Lembaga Kemanusiaan Inggris Andrew Copson mengatakan hasil
survei itu berdasarkan apa yang terjadi pada masyarakat Inggris saat ini.
"Terlepas dari Anda beragama atau tidak, Anda pasti mempunyai moral walau
hanya sedikit," ujar Copson.




