
BOJONEGORO (bangsaonline) - Penderita HIV/AIDS di Bojonegoro dari tahun ke tahun terus meningkat. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan bahwa pada tahun 2012 ada 85 penderita, tahun 2013 126 penderita dan tahun 2014 hingga Oktober mencapai 114 penderita.
Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinkes Bojonegoro, Suharto mengatakan, penyebab meningkatkan penderita HIV/AIDS ini disebabkan dari para pekerja yang merantau keluar daerah. Pasalnya, mereka jauh dari pasangannya dan melakukan hubungan sembarangan, sehingga setelah pulang para pekerja tersebut tidak mengetahui kalau tertular. Kemudian mereka melakukan hubungan badan dengan pasangannya yang sah dan menyebabkan tertular.
Serta ditutupnya lokalisasi Dolly, juga mempengaruhi peningkatan penderita HIV ini. Selain itu pula tenaga kerja dari luar daerah yang masuk Bojonegoro, tidak menutup kemungkinan ada yang membawa virus tersebut.
"Antisipasinya jika mengetahui menderita HIV akan diberikan obat Antri Retro Veral (ARV). Obat yang berbentuk tablet itu dapat memperlambat penyebaran virus," jelas Suharto, Kamis (6/11/2014).
Obat yang diminum penderita sehari satu tablet tersebut jika diminum penderita, anak yang dilahirkan tidak tertular atau negatif HIV/AIDS. Tetapi jika dapat dikendalikan, penderita tersebut harus dirujuk ke RS untuk melakukan CST.
Ditambahkan, penularan HIV/AIDS ada empat proses, yakni dengan cara exit (keluar), survife (hidup di luar tubuh), softion (jumlahnya cukup) dan entry (masuk). "Obat tersebut akan memperlambat karena jika jumlahnya cukup dapat menular ke orang lain," pungkasnya.



