Kebiasaan Baca Bantu Guru Aplikasikan K13

SURABAYA (bangsaonline) - Kebiasaan para guru untuk membaca, cukup membantu mereka mengaplikasikan Kurikulum 2013 (K13). Karena itu, Usaid Prioritas memasukkan program budaya baca bagi para guru, agar bisa ditularkan kepada anak didiknya. 

“Seiring adanya pelatihan program budaya baca, kesadaran membaca teman-teman guru mulai tumbuh dan terus meningkat. Setelah disampaikan kepada wali murid ternyata mendapat respons positif hingga akhirnya di tiap kelas ada sudut baca secara swadaya,” ujar M Yusuf, Kepala SDN Jogotrunan Kecamatan/Kabupaten Lumajang, ditemui disela pelatihan kemarin (4/11). 

Perpustakaan daerah milik Pemkab Lumajang juga digandeng untuk datang secara berkala ke sekolah. “Minat baca ini ditularkan ke sekolah lain, sehingga di tiap kelas dari sekolahan itu juga ada sudut baca,” tandasnya.
Koordinator Usaid Prioritas Silvana Erlina menjelaskan, program budaya baca menjadi salah satu materi pelatihan yang dianggap penting untuk kesuksesan pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Anak-anak yang membacanya baik atau hobi membaca, biasanya akan mencapai hasil yang baik dalam mata pelajaran. Pengetahuan dan kemampuannya juga akan lebih luas dan terbuka dibandingkan dengan siswa lain yang kurang gemar membaca. Itulah sebabnya Kurikulum 2013 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai penghela semua mata pelajaran, dan membaca sebagai salah satu unsur penting di dalamnya,” urainya.

Ia menambahkan, ada banyak hal menarik yang diberikan dalam pelatihan ini. Salah satunya adalah bagaimana sekolah menciptakan program membaca di lingkungan sekolahnya. “Salah satu mitra kami, SDN Konang 2 Galis Pamekasan telah menerapkan budaya baca di sekolah dan hasilnya, minat siswa dalam membaca buku meningkat,” tukasnya.

Metodenya, setiap mengawali pelajaran setiap hari, siswa di seluruh kelas diwajibkan membaca buku selama 5-10 menit. Menurut Sariati, SPd selaku Kepala SDN Konang 2, ia awalnya pesimis kegiatan ini bisa diterapkan di sekolahnya. Program yang dimulai baru Oktober lalu ini juga mewajibkan siswa berkunjung ke perpustakaan. 

“Kami bersama para guru membuat jam berkunjung ke perpustakaan bergiliran setiap kelas Setelah membaca buku, siswa kemudian wajib membuat rangkuman dari buku yang dibacanya. Ternyata dengan cara ini, minat siswa membaca buku meningkat,” ungkapnya.


Kebiasaan Baca Bantu Guru Aplikasikan K13