
MOJOKERTO (bangsaonline)- Angka kematian bayi di Kota Mojokerto relatif tinggi. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan dari setiap 1.000 bayi yang lahir, tercatat 15 bayi meninggal dunia. Walau demikian, pihak Dinkes mengklaim jika angka kematian bayi di daerahnya jauh lebih rendah dari kasus yang sama di Jawa Timur.
"Di kota Mojokerto setiap 1.000 bayi lahir 15 yang meninggal. Jadi Kota
Mojokerto jauh di bawah rata-rata Jatim," cetus Kepala Dinkes Kota Mojokerto,
Cristiana Indah Wahyu, Sabtu (22/3/2014).
Menurutnya, angka kematian bayi di daerahnya relatif jauh lebih kecil dibanding kasus yang sama di Propinsi ini. Di Jatim, katanya, setiap seribu bayi lahir tercatat 28 meninggal. Demikian pula angka kematian ibu melahirkan.
Data dinas ini menyebut setiap 100 ribu ibu melahirkan, rata-rata kematian ibu melahirkan hanya satu orang. Berarti, tambahnya, derajat kesehatan warga Kota Mojokerto juga lebih bagus saat ini. “Ini bisa dilihat dari usia harapan hidup yaitu 72,18 artinya warga kota usianya panjang," pungkasnya.



