SUMENEP (bangsaonline) - Satuan Kerja Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep siap bubar jika tidak ada perkembangan terus menerus. Seperti diketahui, Bandar Udara Trunujoyo yang
mulai dibangun sejak tahun 2009 hingga kini masih menuai masalah.
Pasalnya, proyek pembangunan Bandar Udara yang menyerap anggaran Rp 34 miliar tersebut masih perlu banyak pembenahan. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Sumenep KH Abuya Busro Karim dinilai masih setengah hati untuk menuntaskan proyek tersebut.
“Bagaimana saya bisa membangun kalau bupati setengah hati. Bandara ini masih kurang sekitar 190 hektar lahan agar layak beroperasi, namun Bupati tidak segera membebaskan lahan sehingga saya tidak bisa berbuat banyak, ” kata Kepala Satuan Kerja Bandar Udara Trunojoyo, Dwi Ariyanto AMd.
Dia mengatakan, Bupati khawatir jika nantinya beroperasi namun jumlah penumpang tidak seperti yang diharapkan.
“Bapak Bupati pernah menyampaikan kepada saya tentang kekhawatiraanya jika tidak ada penumpang,” katanya.
Dwi Arianto menyatakan, siap jika Bandar Udara Trunojoyo nantinya bubar.
''Kalau Bandar Udara Sumenep bubar, saya akan kembali ke Bandara Juanda Surabaya karena gaji dan penugasan saya dari Bandara Juanda,'' katanya.
Dia menyontohkan, Bandar Udara di Bawean yang kini sudah bubar dan satkernya ditarik ke Bandara Juanda. Namun, dia menyayangkan jika Bandar Udara Trunojoyo yang sudah menyerap Rp 34 miliar dari APBN itu harus bubar.
Bupati Sumenep KH Abuya Busro Karim belum bisa dikonfirmasi mengenai hal tersebut. “Tidak perlu ke Bupati dulu Mas, silahkan konfirmasi dulu ke Kadis Perhubungan,'' kata Sufiyanto Kabag Humas Pemkab Sumenep. Menurutnya, bupati sangat mendukung pembangunan Bandar Udara Trunujoyo.
Bahkan, katanya, sebentar lagi akan ada kerjasama dengan maskapai penerbangan. Senada dengan Kabag Humas Pemkab Sumenep, Moh Fadilah Kepala Dinas Perhubungan Sumenep menegaskan, Pemkab Sumenep tidak setengah hati.
Diakuinya dalam waktu akan dilakukan MiU demgan pihak maskapai penerbangan.
“Bupati sangat serius, bahkan saya juga ikut mendampingi bapak Bupati hingga ke Jakarta untuk mengurus segala sesuatunya,'' jelas Fadhilah. Dia menegaskan, tahun ini Bandar Udara Trunojoyo harus sudah beroperasi.



