Menuju Green Building, Singgasana Hotel Sulap Lahan jadi Kebun Organik

SURABAYA (bangsaonline)

Jumat malam, suasana Amandaru Restoran Singgasana Hotel cukup romantis. Kadang terdengar suara lengkingan kelelawar dipadu dengan suara monoton gemericik air pancuran dari kolam. Dan ikan-ikan pun kadang menggelegak berkecipak. Ini menambah gairah para tamu untuk menikmati berbagai masakan dari olahan sayur organik, dengan konsep penyajian Mongolian Barbeque.

"Bahan yang digunakan, kebanyakan dari kebun sendiri, yang diolah dengan konsep kebun organik," kata W Virtaloka, PR Manajer Hotel Singgasana Surabaya, kepada BANGSAONLINE, tadi siang.

'Rutinitas' Jumat Malam menjadi salahsatu cara untuk memanjakan tamu bagi hotel berbintang empat ini. Termasuk welcome drink disuguhkan wedang jahe, atau kencur absolute.

Adapun sayuran organik yang dihasilkan, antara lain sawi, kailan, kemangi, lombok, kacang panjang, bok coi, dan mentimun. Waktu panen, manajemen mengajak para tamu untuk ikut memetik, langsung dimasak di lokasi, dan langsung bisa mencicipi sayuran dengan kesegaran alami.

"Kini, manajemen telah merancang untuk menghadirkan 'bercocok tanam' padi organik di polibag. Pupuknya kami sudah melakukan komposting," kata Virta. "Lahan sudah kami siapkan di bagian timur hotel. Jadi, tak lama lagi akan terealisasi," tambah dia.

Untuk kebun organik sendiri, disediakan 350 m2 lahan. Sejauh ini, yang mampu tergarap masih 150 m2. "Kami bekerja sama dengan One Earth, satu lembaga yang sangat concern kepada 'pendidikan' lingkungan hidup. One Earth juga mengelola fasilitas outbond bernama Singgasana Adventure. Di sisi lain, tahun lalu, Singgasana Hotel bekerja sama dengan Bafi, singkatan dari Bambusa Forest Indonesia, menggelar workshops urban farming, yang diikuti 81 siswa SMA se Surabaya. Mereka belajar 'bercocok tanam' di sini. Termasuk yang terus kita laksanakan adalah pembuatan biopori. Memang saat ini masih ada sekitar 50-an lubang biopori. Sejalan dengan program cinta lingkungan dengan menggandeng siswa, jumlah biopori dipastikan akan terus bertambah."

Pemanfaatan lahan terus digenjot Singgasana Hotel, mengingat area hotel dengan gaya resor ini, berdiri di lahan seluas kurang lebih 7 ha. Untuk pemanfaatan gedung hanya menempati 3 ha saja, masing-masing 2 ha lain untuk lahan parkir dan taman. Hadirnya hewan 'liar' yang jinak, yaitu angsa, kelinci dan tentu saja ikan-ikan menjadi penghuni kolam-kolam, menjadi kelengkapan luasnya taman.

Tentunya, untuk merawat taman seluas itu, dibutuhkan air yang tak sedikit. Untungnya, dari sisi demografi, keberadaan Singgasana Hotel sangat dekat dengan Kali Brantas. Manajemen membangun water treatment plan (WTP), dan memanfaatkan air Kali Brantas. Output air yang sudah melalui WTP inilah yang dimanfaatkan untuk menyiram seluruh taman. "Tentu saja, kami pantau air output dari WTP dengan melakukanuji laboraturium secara berkala. Sejauh ini, hasilnya bagus," aku dia.

Dengan ketersediaan air yang 'membludak', wajar jika di seluruh penjuru Singgasana, termasuk di bagian atas pohon besar, dipasang sebanyak 117 titik water mist, di 14 area. Water mist adalah sebuah sistem yang menyemprotkan air seperti kabut (embun). Didukung embusan angin, menambah kesejukan Singgasana Hotel, meski suhu di lingkungan luar sangat gerah.

Sebaliknya, semua air limbah dari kamar, diarahkan kepada instalasi Sewage Treatment Plan (STP), lalu dibuang ke Sungai Brantas. Umumnya, output air setelah diproses melalui STP sudah pada kualitas 3. Yaitu, air limbah yang sudah dinyatakan aman bagi lingkungan. "Kami juga gunakan bio chemical, untuk kebutuhan laundry. Jadi sebenarnya sudah aman untuk lingkungan. Tapi, tetap kami alirkan ke STP dulu," kata Virta, sembari menyebut satu nama produk diterjen bio.

Sejalan dengan semangat green building, hampir seluruh lampu di Singgasana Hotel memilih yang hemat energi. Semua kamar didesain berjendela sangat lebar sehingga pemakaian lampu pada siang hari bisa ditekan. Untuk ketersediaan air panas pun, memanfaatkan pemanas air tenaga matahari. Dari 150 jumlah kamar, sebanyak 145 sudah terpasang. "Yang lima kamar, saat ini sedang kami kerjakan," tandas perempuan berkerudung ini. (rosihan choirul anwar)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: