BANYUWANGI (bangsaonline) - Karena ditinggal suami yang alasan kerja di Wonogiri Jawa Tengah, Sari Ayu Islamiyah (42 tahun) nekat mencarinya dengan menyusuri rel Kereta Api (KA) dengan bermodalkan uang Rp. 400.000.
Tak pelak, Sari Ayu yang berangkat dari Desa Banjar Anyar Kecamatan Air Kuning Kabupaten Jembrana ini tergeletak lemas di samping rel kereta api perlintasan Kelurahan Banjarsari, Banyuwangi. Pasalnya, dia kelelahan berjalan kaki cukup jauh, menyusuri rel kereta api sepanjang kurang lebih 45 kilometer.
Isa Al Malik warga Kelurahan Banjarsari yang sempat menolong Sari Ayu Islamiyah menjelaskan, saat itu dirinya sedang melintas hendak menuju Banyuwangi. Dia melihat orang bergerombol sedang melihat seorang ibu yang menggendong balita tergolek lemas di pinggir rel.
"Saya kira ibu tersebut hendak bunuh diri, karena dia tergeletak dipinggir rel. Ternyata ibu itu pingsan karena kelelahan. Saya langsung berinisiatif untuk membawa ibu tersebut ke RSUD Blambangan, karena saya juga melihat ibu itu membawa balita,” ujarnya.
Sari Ayu Islamiyah yang tergolek lemas di UGD RSUD Blambangan menjelaskan, dirinya pergi ke Wonogiri karena mancari suaminya Agus Hamzah (31) yang pergi ke Wonogiri Jawa Tengah dengan alasan mencari kerja. Namun, satu tahun belakangan, Agus tidak ada kabar beritanya.
Karena selama 4 hari tidak ada kabar berita dari suaminya, Sari Ayu yang hanya membawa uang Rp. 400.000,- akhirnya kehabisan bekal dan dia hanya bisa pulang naik bus sampai Surabaya. Bersama anak perempuannya yang masih berumur 2 tahun Fitri Rahmadani, dia sempat terkatung-katung di terminal Bungurasih Surabaya.
“Saya lalu minta tolong ke Polisi yang ada di sana, dan saya diikutkan kereta api ke Banyuwangi. Namun karena saya tidak membawa tiket, maka saya diturunkan
ke stasiun Wadung. Padahal saya mau ke stasiun Banyuwangi Baru Ketapang Banyuwangi,” ujarnya.
Karena diturunkan di stasiun Wadung yang masih berjarak kurang lebih 45 Km dari stasiun Banyuwangi Baru, akhirnya Sari Ayu berjalan kaki menyusuri rel. Dirinya nekat jalan kaki lantaran tidak ada uang sama sekali. Bahkan ketika hendak pulang ke Jembrana Bali, dirinya hendak numpang kendaraan atau truk menuju Jembrana Bali.



