
Meski kursi pimpinan dewan dikuasai Partai Demokrat, namun partai berlambang mercy ini justru dihabisi ditingkat komisi. Keterangan yang dihimpun, partai pemenang pemilu tersebut hanya menguasai satu kursi ketua dan sekretaris.
“Yang pasti Demokrat hanya kebagian satu jatah kursi yakni ketua komisi C dan sekretaris komisi sementara jatah kursi yang lain dibagi rata,” ungkap salah satu anggota dewan yang menolak namanya ditulis dikoran.
Dan upaya untuk mengembosi partai demokrat ini sengaja dilakukan dan semua sepakat utamanya anggota dewan dari fraksi lain. “Yang pasti ini merupakan bentuk konsekwensi politik yang harus ditanggung dan dalam dunia perpolitikan sangat wajar,” tambahnya.
Debby Kurniawan, Ketua Fraksi Partai Demokrat yang dikonfirmasi tidak menampik kalau fraksinya hanya dapat jatah satu komisi dan sekretaris komisi.
“Ya memang seperti itu kenyataannya. Yang pasti kader Demokrat mendapat satu kursi komisi yakni Komisi C yang ditunjuk H Amir dan satu sekretaris komisi,” ungkapnya.
Mas Iwan panggilan akrabnya juga mengakui kalau ada upaya pengembosan didalam tubuh dewan. “Hal ini telah kami prediksi. Karena itu fraksi demokrat tetap berupaya baik secara politis maupun loby-loby untuk berusaha memperjuangkan haknya sebagai pemenang pemilu di Lamongan,” jelasnya.
Apalagi di DPRD Lamongan, FPD telah mendudukkan kadernya di kursi ketua DPRD.
“Masak ketua DPRD tidak bisa berbuat yang terbaik untuk partai dan fraksinya namun kami tetap mendorong agar FPD tetap berusaha dan berjuang untuk mendapatkan posisi yang sudah selayaknya didapat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kaharudin, etua DPRD Lamongan hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi. “Saya masih memimpin rapat,” ujarnya sembari menutup pembicaraan saat dihubungi HARIAN BANGSA melalui ponselnya.



