SUMENEP (bangsaonline)-Sekitar 80-an panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) se- Kabupaten Sumenep, Jumat (21/3/2014), melakukan aksi damai. Mereka mengutuk premanisme yang diduga dilakukan pendukung calon anggota legislatif (caleg) Partai Bulan Bintang (PBB), berupa pemukulan terhadap pengawas pemilu lapangan (PPL) Desa Paliat, Kecamatan/Pulau Sapeken.
Dalam aksinya, para pengawas pemilu ini membawa poster bertuliskan protes, diantaranya Tolak premanisme oleh caleg, coret dari DPT, Premanisme cederai demokrasi, Kutuk kekerasan terhadap PPL, dan Tolak caleg busuk. Sambil berorasi, pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel menuntut agar caleg yang terindikasi mendalangi pemukulan terhadap PPL, dicoret dari daftar caleg.
Ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep, Zamrud, menegaskan bahwa semua jajaran Panwas
menolak aksi kekerasan yang dilakukan tim sukses caleg yang diusung PBB.
"Kami menolak segala bentuk kekerasan terhadap penyelenggara dan pengawas
pemilu. Karena tindakan itu sudah menciderai demokrasi," tandasnya.
Untuk itu, Panwaslu Sumenep, siap mengawal kasus ini sampai tuntas. Aparat kepolisian pun harus mengusut hinga tuntas juga. "Kalau bisa, hingga ke aktor intelektualnya, siapa yang menyuruh melakukan pemukulan itu!. Kita akan kawal kasus ini," tegas Zamrud.
Sebelumnya, massa pendukung salah satu Caleg PBB, Badrul Aini, diduga telah melakukan penganiayaan pada Eko Sugiono, pengawas pemilu lapangan (PPL) Desa Paliat, Kecamatan Sapeken. Penganiayaan tersebut terjadi saat kampaye berupa pertemuan terbatas yang dilakukan caleg PBB, Badrul Aini, di rumah Nasir, pada Senin (17/3/2014) lalu.
Akibat penganiayaan tersebut, Eko Sugiono mengalami luka robek di bibir sebelah
kiri, lebam bagian kepala belakang, lecet pada betis kiri dan lecet di mata
kaki sebelah kiri.
Kasus tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Sapeken dengan nomor
STPL/04/III/2014/polsek. Dalam laporan kepolisian itu, pelapor menyatakan bahwa
penganiayaan itu dilakukan oleh Sapi'i CS, yang diduga diperintahkan oleh
Badrul Aini.




