Produksi Gerabah di Tuban Berlimpah

TUBAN (bangsaonline) - Pada saat musim kemarau seperti ini produksi grabah di Tuban merangkak naik hingga 3-4 kali lipat.Khoirul Anam, produsen gerabah di Kelurahan Karang Kecamatan Semanding Tuban mengaku selama musim kemarau produksinya mengalami kenaikan cukup drastis bila dibandingkan saat musim penghujan. 

“Jika musim penghujan biasanya hanya mampu memproduksi 50-100 kuali, pada saat musim kemarau seperti ini meningkat hingga 300-500 kuali,” ujarnya, Rabu (8/10/2014)

Dijelaskannya, kenaikan produksi tersebut sudah hal yang wajar. Sebab, di musim kemarau panjang seperti ini perajin gerabah tidak membutuhkan waktu lama dalam proses penjemuran hasil gerabah, sebelum memasuki proses pembakaran. Beda pada saat musim penghujan, untuk menjemur gerabah sampai tahap pembakaran membutuhkan waktu lebih dari dua hari. Bahkan jika intensitas hujan tinggi, penjemuran pun bisa berlangsung sampai empat hari.

Satu buah gerabah untuk jenis kuali yang dihasilkan oleh sebagian besar warga di Kelurahan Karang tersebut dihargai 400 hingga 500 per biji. Sedangkan biasanya setiap dua minggu sekali, gerabah tersebut akan diambil oleh tengkulak untuk dikirim ke sejumlah daerah penghasil ikan, seperti Kecamatan Palang, Tambakboyo, bahkan Kabupaten Rembang Jawa Tengah.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Produksi Gerabah di Tuban Berlimpah