Petani Bojonegoro Kesulitan Pupuk, Disperta Ngaku Stok Melimpah

BOJONEGORO (bangsaonline) - Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro menjamin stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pertanian hingga akhir tahun bakal tercukupi. Saat ini Bojonegoro telah menerima tambahan stok pupuk bersubsidi dari Pemprov Jawa Timur. 

Kepala Disperta Bojonegoro Ahmad Djupari mengungkapkan, kebutuhan pupuk bersubsidi untuk musim tanam kemarau hingga musim hujan (rendengan) mendatang telah disiapkan. Ia menyebutkan persediaan pupuk bersubsidi jenis urea saat ini mencapai 29.007 ton, pupuk SP 36 sebanyak 9.143 ton, pupuk ZA sebanyak 9.565 ton, pupuk Phonska sebanyak 22.640 ton, dan pupuk petroganik sebanyak 12.496 ton. 

“Persediaan pupuk itu disalurkan melalui kios pupuk resmi yang berada di sejumlah kecamatan di Bojonegoro. Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi itu disalurkan melalui kelompok tani yang tersebar di tingkat desa,” terangnya. Namun petani di sejumlah desa mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di kios pupuk resmi maupun di kelompok tani. 

Sugeng, (56) petani di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk urea dan pupuk ZA untuk memupuk tanaman cabai yang ada di sawahnya. "Mencari pupuk urea maupun pupuk ZA sulit sekali. Kalau pun dapat pupuk hanya sedikit dan tidak cukup untuk pemupukan di sawah," ujarnya. 

Lahan milik Sugeng seluas seperempat hektare di Desa Bonorejo ditanami cabai merah dan kacang tanah. Ia sebetulnya membutuhkan pupuk urea sebanyak satu sak dan pupuk ZA sebanyak satu sak untuk pemupukan. Namun, ia hanya mendapatkan pupuk urea setengah sak dan pupuk ZA tidak dapat. 

 Menurut petani lainnya, Suparlan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, mendapatkan pupuk saat musim kemarau maupun saat musim hujan sama sulitnya. Padahal, kata dia, pupuk bersubsidi itu selalu dibutuhkan petani terutama saat musim tanam padi.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Petani Bojonegoro Kesulitan Pupuk, Disperta Ngaku Stok Melimpah