PKL Tuban Berharap Masuk Rest Area

TUBAN (bangsaonline) - Selama ini tersebar isu rest area Tuban yang berada di Jalan Maratadinata diperuntukkan bagi orang berduit ternyata mendekati benar. Pasalnya, banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar dekat rest area tidak bisa masuk dan berjualan disana.

Puluhan PKL pun terpaksa tetap berjualan di atas trotoar dan berkeliling baik berada di Jalan Teuku Umar maupun di Jalan RE Martadinata. Mereka pun berharap agar dapat berjualan di rest area itu. Hal itu diinginkan lantaran berjualan rest area lebih nyaman ketimbang berjualan dan mangkal ditepi jalan.

“Sebenarnya kami ingin berjualan di rest area itu, karena berjualan di trotoar ini tidak nyaman dan sering berurusan dengan sat pol PP,” ungkap salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Harian Bangsa, Rabu (1/10/2014).

Menurutnya, masih banyaknya tempat kosong yang berada di rest area alangkah baiknya diperuntukkan bagi PKL yang ada di sekelilingnya. Sehingga tempat tersebut bisa berfungsi secara reprentatif. Selain itu, dapat meramaikan resat area yang masih terlihat sepi.
“Sebenarnya kami juga menginginkan tempat untuk berdagang yang lebih nyaman. Selama ini kami jualan diatas trotoar karena juga terpaksa,” tandasnya.

Ditambahkannya, sejumlah kios makanan yang berada didalam rest area tersebut banyak yang tidak buka. Tidak hanya itu, pemilik kios-kios rata-rata orang telah memiliki usaha dan kaya.

Sementara itu, sebanyak 24 kios makanan dan minuman yang berada dibekas terminal Tuban tersebut hanya dihitung jari yang buka untuk berjualan. Padahal, tempat peristirahatan yang dibangun menggunakan APBD Tuban tahun 2012 dan 2013 itu nilainya sebesar Rp 5,8 miliar. Setelah berdirinya rest area tersebut, pemerintah pun berharap akan mampu menjadi pusat ekonomi masyarakat.


PKL Tuban Berharap Masuk Rest Area