JAKARTA(BangsaOnline) Para anggota DPR RI periode 2014-2019 hari ini resmi dilantik dan disumpah di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 1 Oktober 2014. Mereka terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah.
Popong Otje Djundjunan, anggota DPR
RI tertua, didaulat menjadi pimpinan sementara dalam pelantikan anggota DPR RI
baru. Politisi Golkar kelahiran Bandung 30 Desember 1938 (76 tahun) itu mengaku
tanpa persiapan memimpin sidang hari ini.
"Sudah biasa atuh
sayah mah pimpin rapat. Tidak ada persiapan.
Kita sudah tahu mata acaranya apa. Kemarin sore ada surat pemberitahuan,"
kata Popong dengan logat Sundanya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 1 Oktober
2014.
Wanita berusia 76 tahun yang akrab di sapa Ceu Popong ini mengatakan apa yang
dia sampaikan bukan sebuah kesombongan. Pengalaman berpolitik sejak lama
menjadikanya selalu siap untuk kondisi seperti ini.
"Sayah
mah sehat tidak ada persiapan. Kenapa
harus diarahkan. Bukan sombong. Saya sebagai aktivis lama," ujar Ceu
Popong.
Ceu Popong sempat vakum dalam dunia politik, sebelum akhirnya kembali ke ranah
politik. Sulit bagi dia meninggalkan dunia politik. "Saya lama jadi
aktivis. Ini periode ke lima," ucapnya.
Sebelum memimpin sidang, Ceu Popong menyambut kedatangan rombongan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Budiono dan Ketua KPU RI, Husni Kamil
Manik.
Dalam penyambutan itu Ceu Popong didampingi Anggota DPR RI termuda, Ade Rezki
Pratama, yang lahir di Bukittinggi, 8 November 1988. Ade merupakan politikus
Partai Gerindra dan lolos ke Senayan dari Dapil Sumatera Barat II.
Selain itu Ceu Popong didampingi anggota DPD tertua Mudaffar Sjah, yang lahir
di Ternate 13 April 1935, ia terpilih dari Dapil Prov. Maluku Utara dan anggota
DPD termuda Riri Damayanti, yang lahir di Bengkulu 4 Februari 1990 dan terpilih
dari Dapil Prov. Bengkulu.
Sekretaris
Jenderal DPR Winantuningtyastiti, mengakui perhelatan lima tahunan kali ini
cukup berat. Sebab, acara pengambilan sumpah anggota MPR, DPR, dan DPD
digabungkan dalam satu hari, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 21.30
WIB.
"Untuk cenderamata hanya buku memori saja, yang berisi data pribadi tiap
anggota dan inventaris kegiatan yang sudah dilakukan anggota DPR periode
2009-2014," ujar perempuan yang akrab disapa Win itu.
Usai dilantik, menurut Win, setiap anggota dewan berhak memperoleh gaji pokok
sebesar Rp4,2 juta setiap bulan. Di luar itu, ada juga tunjangan keluarga,
listrik, kesehatan, dan lain-lain. Total keseluruhan, kata Win, berkisar
Rp58-60 juta per bulan.
"Untuk mobil dinas, ada bantuan uang muka pembelian Innova. Kan ada uang
mukanya berapa persen, itu saja yang dibantu," ungkap dia.
Untuk fasilitas rumah dinas, Win mengatakan telah mempersiapkan sebanyak 51
rumah di Ulu Jami, dan sisanya di Kalibata, Jakarta Selatan.
Meski begitu, Kesekretariatan masih memberi waktu dua bulan untuk DPR lama
berbedah dan pindah dari rumah dinas.
"Karena banyak yang harus urus sekolah, KTP, dan lain-lain, kita beri
waktu dua bulan untuk mengosongkan rumah. Sekarang sudah ada yang menyerahkan
kunci, tapi masih ada yang belum juga," ungkap dia.




