Demokrat Lamongan Belum Kantongi Rekom DPP

Demokrat Lamongan Belum Kantongi Rekom DPP

LAMONGAN (bangsaonline) - Munculnya nama Kaharudin sebagai calon pimpinan dewan dalam rapat paripurna timbulkan polemik baik di internal Fraksi Partai Demokrat maupun Fraksi Partai lain.
Saiffudin Zuhri menganggap, Amir selaku pimpinan dewan sementara terlalu berani menyebut nama.

"Padahal dalam UU. No.10 tahun 2010 tetang kelengkapan dewan menyebut sebuah keharusan terkait dengan pimpinan dewan dimana nama pimpinan dewan yang diusulkan harus mendapatkan rekom dari DPP," ungkapnya.

Tetapi pada kenyataannya, pimpinan dewan yang notabane merupakan anggota fraksi PD ini terlalu "PD" dengan menyebut nama Kaharudin padahal rekom belum turun dan hanya kantongi rekom DPD. "Lah kok berani belum dapat rekom DPP kok sudah diajukan sebagai calon," akunya.

Tentu saja hal ini akan berbuntut panjang apabila yang direkom tidak sesuai dengan nama yang disebut karena akan timbulkan polemik difraksinya yakni Demokrat. "Hal ini mengacu pada Pasal 39 PP No.16 /2010 yang dengan tegas menyebut keharusan calon pimpinan dewan mendapat rekom dari DPP," tandas politisi asal PKB dapil IV ini.

Sementara itu, Debby Kurniawan anggota dewan dari FPD mengaku heran dengan penyebutan nama. "Meski hanya calon tetapi itu sudah menyebut nama padahal rekom belum turun," ujarnya.

Dan pihaknya selaku ketua partai sudah mewanti-wanti pada Moh Amir pimpinan dewan sementara untuk tidak menyebut nama. "Karena rekom DPP sampai saat ini belum turun tetapi kok dalam paripurna kemarin kok muncul nama pak Kaharudin," ungkapnya dengan penuh keheranan.

“Iya kalau rekom DPP ke Pak Kahar rekomnya tidak sama maka calon yang terlanjur disebut tidak terima dan bisa diseret ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik ini yang kita khawatirkan," jelasnya.

Sebelumnya dirinya sudah memanggil Amir dan mewanti-wanti untuk tidak menyebut nama. "Soal partai lain monggo tetapi khusus untuk demokrat jangan disebut dulu karena rekom DPP belum ada," imbuhnya.

Dan soal rekom DPP pihaknya telah berulangkali menanyakan ke DPP bahkan dirinya bersama Kaharudin ke DPP tetapi jawaban DPP rekom belum keluar. "Jadi kalau ada orang DPP yang menyebut rekom sudah keluar maka patut dipertanyakan yang bersangkutan di DPP sebagai apa sekretaris jendral atau apa," tandasnya.

Seperti diberitakan susunan kelengkapan dewan sampai saat ini tidak diketahui kejelasannya. Bahkan calon pimpinan dewan dari Partai Demokrat yang diajukan belum kantongi rekom DPP.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: