Proyek Trotoar depan Kantor Bupati Sumenep Belum ada Papan Nama

Proyek Trotoar depan Kantor Bupati Sumenep Belum ada Papan Nama

SUMENEP (bangsaonline)

Pekerjaan proyek trotoar sepanjang 155 meter di Jl dr Cipto, tepatnya di depan kantor Bupati Sumenep terkesan disembunyikan. Buktinya, walaupun pekerjaan proyek senilai Rp 800 M dan Rp 50 Juta ini, sudah berjalan kurang lebih setengah bulan. Namun, belum dipasang papan nama.

Padahal sesuai dengan peraturan presiden (Pepres) No 70 tahun 2012 dan Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, setiap pekerjaan proyek diharuskan memasang papan nama, selama pekerjaan proyek berlangsung.

”Seharusnya rekanan mematuhi terhadap peraturan yang ada. Karen adanya aturan itu bukan hanya untuk dibaca dan dipahami, melainkan untuk diikuti,” kata Aktifis Gerindo Syarkawi.

Menurut Syarkawi, keberadaan papan nama itu sangat penting, sebagai bahan evaluasi. Sebab sejatinya, semua elemen termasuk masyarakat umum berhak tahu, baik dari sisi besaran anggaran maupun sumber dana yang digunakan.

Dia mengimbau agar pemasangan papan nama, pihak rekanan tidak harus menunggu sampai pekerjaan proyek selesai. "Untuk memasang papan nama itu kan mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Atau bisa saja dilakukan sebelum pelaksanan proyek berlangsung, sehingga ada keterbukaan bagi publik," terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Sumenep Bambang Iriyanto masih belum bisa memberikan kejelasan, sebab saat Harian Bangsa bertandang di tempat kerjanya, mantan Kasdisbudparpora itu sedang tidak berada di tempat kerjanya. Informasinya Bambang Iriyanto sedang mengikuti rapat di kantor Pemda setempat.

Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, sampai berita ini diturunkan masih belum ada tanggapan. Namun sebelumnya, pihaknya mengakui jika pekerjaan trotoar masih dalam tahap penyelesaian.

Bahkan adanya pembanguan trotoar ini direncanakan akan menjadi pembuka bagi semua pembangunan trotar yang lain. Sebab, pembangunan trotoar itu memang didesain cukup menarik sesuai dengan ciri khas madura. Seperti, peletakan PJU (Penerangan Jalan Umum) yang akan diletakkan lambang keris dan kuda terbang.

Tidak hanya itu, bahan yang akan digunakan akan menggunakan bahan yang dibaut oleh pabrikan. Sehingga, kualitasnyapun dapat dipertangungjawabkan. ”Jadi, setelah pekerjaan selesai, maka Sumenep akan mempunyai ciri khas tertentu,” terang Bambang.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: