Tak Dipekerjakan, Warga Deket Lamongan Luruk SPPBE

LAMONGAN (BangsaOnline) - Tidak direkrut dan merasa ditipu oleh managemen Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji (SPPBE), ratusan pemuda desa meluruk dan mengusir karyawan serta memblokade serta menghentikan operasional SPBE di Dusun Gajah Desa Rejosari Kecamatan Deket, Sabtu (27/9/2014).

Mengendarai puluhan sepeda motor, mereka mendatangi SPPBE yang berada di tepi jalan Lamongan-Surabaya ini.
Begitu sampai didepan pintu gerbang, massa langsung membentangkan spanduk berisi tulisan "Aksi Damai Wong Gajah Menuntut Hak Wilayah" di pintu gerbang depan dan pintu dalam. Aksi warga ini mendapat pengamanan dari Polsek Deket dan pengamanan internal SPPBE.

Sebagian warga berteriak dan meminta operasional pengisian elpiji untuk menghentikan semua kegiatan. "Perusahaan ini ada di wilayah Gajah maka harus menerima warga, jangan malah mengusir warga," teriak salah satu warga.

Edi (35) warga setempat menyatakan aksi ini merupakan puncak keprihatinan warga pada pihak managemen perusahaan. Perusahaan dianggap bertindak otoriter dengan memulangkan 20 warga setempat, dan menggantikannya dengan tenaga dari luar daerah melalui lembaga outsourcing. Kesepakatan awal, kata Edi, 80 persen tenaga kerja SPBE haruslah warga sekitar lokasi SPBE.

Lebih jauh, Edi menjelaskan, kini dari 30 pekerja di SPBE dan saat ini hanya ada 5 pekerja yang berasal dari Dusun Gajah, Desa Rejosari. "Kami akan terus mendatangi SPBE ini hingga ada pernyataan tertulis dari pihak managemen untuk memenuhi janjinya," tukasnya.

Sementara itu, Yudi Kustiano Manager SPPBE dan Edi dari pihak CV Titah Alam akhirnya mengabulkan permintaan warga untuk direkrut sebagai tenaga kerja di SPPBE.
"Sesuai dengan kesepakatan warga dengan management SPPBE akhirnya tuntutan warga dikabulkan dengan syarat-syarat," ungkap AKP Sirin Kapolsek Deket.


Tak Dipekerjakan, Warga Deket Lamongan Luruk SPPBE