Bau Limbah Menyengat, Massa Tuntut Pabrik Karet Ditutup

MOJOKERTO (bangsaonline)

Berlimbah tak sedap menyengat hidung, PT Bumi Nusa Makmur (BNM) diunjuk rasa massa Desa Medali Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, kemarin (22/9).

Mereka menuntut agar pabrik pengolahan karet mentah ini segera menutup produksinya, jika tak mampu mengatasi pencemaran udara dan air akibat pembuangan limbahnya.

Aksi penutupan saluran air dengan bebatuan, menggedor-gedor pintu pabrik, mencorat-coret dan menutup akses jalan poros desa dengan beberapa drum serta bebatuan mewarnai unjuk rasa.

Tak hanya itu, massa juga membakar kayu, kertas dan pipa air milik yang diletakkan di depan pabrik baru berusia setahun ini. "Keberadaan pabrik ini merugikan kita sekitar. Karena bau limbah sangat tak sedap menyengat dan air sumur milik warga juga kotor," lontar korlap aksi, Sugianto.

Mereka pun menuntut pihak pabrik agar menemui pendemo untuk berunding. ''Jika pihak perusahaan tidak mau menemui kita untuk berunding, maka kita tak segab-segan akan menutup paksa pabrik,'' tekannya.

Pihak pabrik sendiri hingga pukul 10.00 wib belum juga keluar menemui massa.

Sementara ratusan petugas Polres Mojokerto berjaga di dalam dan luar pabrik. Namun sekitar sejam kemudian desakan mereka dipenuhi pihak perusahaan. Perwakilan warga yang masuk ke dalam pabrik menemui manajemen pabrik berhasil menandatangani kesepakatan antara pihak pabrik.

Mereka berjanji akan menekan bau limbah yang mereka hasilkan namun, jika dalam batas waktu yang disepakati ternyata limbah pabrik masih berbau, manajemen pabrik bersedia untuk menutup pabrik mereka.

Juru bicara PT BNM, Hariono, membacakan hasil kesepakatan di depan massa pendemo. ''Jika sebelum tanggal 21 Desember 2010, tes dari limbah masih berbau maka warga bisa menuntup pabrik. Selain itu, dalam kesepakatan tersebut pihak pabrik juga berjanji akan memberikan kompensasi Rp 500 ribu setiap desa per bulan yang diberikan ke pihak desa dan rekrutmen karyawan diutamakan dari warga sekitar,'' ucap kepala personalia itu.

Menariknya, saat yang sama pihak BPPT-PM dan BLH serta Satpol PP Kabupaten Mojokerto melakukan sidak ke pabrik di Jalan Raya Desa Medali Puri ini. Hal tersebut dilakukan karena selain adanya tuntutan warga agar pabrik ditutup, juga menyuruh pihak manajemen perusahaan untuk membongkar tambahan bangunan di dalam kawasan pabrik. Pasalnya, bangunan itu didirikan tanpa izin.

Sedang Kepala Desa Medali Miftahudin mengatakan beratnya pencemaran lembah dari pabrik di desanyaitu menyebar ke desa-desa tetangga. Selain bau tak sedap, katanya, juga polusi limbah cairnya sangat keras. ''Karena terimbas limbah cair pabrik karet ini peternakan ikan di Desa Kenanten dan Sumolawang milik warga mati,'' keluh kades, kemarin.

Sayangnya, puluhan awak media yang meliput aksi unjukrasa dan sidak BPPT-PM, BLH dan Satpol PP kemarin dilarang mengikuti ke dalam pabrik. Sekedar diketahui, bahkan bulan Mei silam pihak DPRD setempat sudah merekomendasikan ke pemkab agar menutup opersional PT BNM. Nyatanya hingga kemarin rekom tersebut hanya sekedar rekom.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: