Prabowo Ketua Umum Gerindra, Terpilih secara Aklamasi

BOGOR(BangsaOnline) Gerindra memiliki ketua umum baru sepeninggal Suhardi. Penggantinya yakni Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Prabowo menerima mandat sebagai ketum tapi tidak mau berlama-lama. (Karena itu) Akan segera diadakan kongres pertama. Beliau dipilih dengan aklamasi secara kekeluargaan," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dalam jumpa pers usai pemilihan Ketum dalam KLB Gerindra di Nusantara Polo Club, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014).

Jumpa pers tidak dihadiri Prabowo. Sebab Prabowo berada di ruang VIP Nusantara Polo Club. Jumpa pers dihadiri juga oleh Waketum Edy Prabowo dan Waketum Fadli Zon. KLB yang berlangsung dari sekitar pukul 09.30 WIB-13.30 WIB ini berlangsung secara tertutup.

Menurut Muzani, semua kader Gerindra sepakat meminta kesediaan Prabowo sebagai ketua dewan pembina merangkap sebagai ketua umum sementara hingga kongres pertama Gerindra. Pemilihan dihadiri oleh 33 DPD dan 500 DPC se-Indonesia.

Muzani menambahkan, kongres pertama Gerindra kemungkinan akan dilakukan pada 2015 mendatang. Hal itu tertuang dalam AD ART Partai Gerindra.

Yang menarik, di tengah-tengah sambutannya, Prabowo sempat turun dari podium dan mengambil botol air minum karena kehausan. "Ajudan lupa taruh air," ujar Prabowo sambil turun dari podium.
Mantan Danjen Kopassus itu pun lalu langsung berjalan menuju meja mimbar para pimpinan DPP Gerindra yang tak jauh dari podiun. Ia mengambil botor air mineral dari mimbar tepat di sebelah Waketum Fadli Zon. Fadli sendiri terlihat agak kebingungan saat Prabowo mengeluhkan tak ada air minum di podiumnnya.

"Mohon ijin minum dulu. Ajudan lupa. Habis ini ajudan menghadap saya," kata Prabowo datar saat sudah kembali ke podium sambil membuka botol air minum yang ia ambilnya.

Entah apakah pernyataan Prabowo tentang ajudannya itu serius atau tidak. Namun sejumlah kader yang hadir terlihat tertawa. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani juga sempat tersenyum.

Prabowo beberapa kali menghentikan pidatonya untuk minum. Salah satunya saat ia membicarakan mengenai kutu loncat yang berkhianat dari Gerindra. Meski tak menyebut langsung, pernyataan Prabowo itu seperti menyindir Wagub DKI Jakarta Basuki T Purnama yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri dari Gerindra.

"Alam akan nanti memisahkan, mana kader yang baik, kader setengah baik (minum), mana yang kutu loncat, mana yang kutu busuk. Gerindra tak masalah, yang mau tipu, berkhianat, curang, korupsi, boleh cari partai lain. Saya besar hati yang kutu loncat itu tidak banyak. Masih banyak yang setia," pungkas Prabowo.