SEOUL (bangsaonline) - Dewan eksekutif Olympic Council of Asia (OCA), hari Jumat menyetujui Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games (AG) 2018. Padahal, fakta membuktikan, bahwa negara Korea Selatan harus menanggung utang besar, saat menjadi tuan rumah AG, yang saat ini tengah berlangsung.
Asian Games baru saja dimulai di Incheon, Korea Selatan, tapi kemungkinan stadion yang kosong dan utang besar di tahun-tahun ke depan, telah membuat acara olahraga terbesar Asia ini tidak disukai warga.
Walikota kota ketiga terbesar Korea Selatan mengakui pada pembukaan acara itu hari Jumat – yang menampilkan pianis klasik Lang Lang dan bintang pop Korea seperti Psy – bahwa Incheon berada dalam kesulitan keuangan akibat penyelenggaraan Asian Games yang mahal.
Warga tidak yakin bahwa acara olahraga , yang membutuhkan pembangunan 17 tempat baru bagi para bintang olahraga seluruh Asia, itu sebagai sesuatu yang layak. Tak ada antrian di Dewan Olimpiade Asia untuk menjadi tuan rumah berikutnya, yang berarti harus menampung hampir 10.000 atlet dan ribuan pelatih serta wartawan.
Ribuan tiket pembukaan yang mewah di stadion berkapasitas 62.000 orang, hingga hari Jumat masih belum terjual.
Para pejabat Incheon mengakui pekan ini bahwa baru 18 persen tiket yang terjual untuk acara olahraga yang akan berlangsung hingga 4 Oktober ini.
Juru bicara pemerintah kota Yoo Ji-Hyun, hari Jumat mengatakan, secara keseluruhan, 55 persen dari target 335 juta US Dollar penerimaan tiket, telah tercapai
Ribuan tiket pembukaan masih tersedia pada Kamis malam dan puluhan ribu bagi upacara penutupan 4 Oktober masih tersedia, yang disebut Yoo mencapai sekitar 20 persen dari target finansial.
Utang Besar
Yoo mengakui bahwa jumlah kursi yang terjual jauh lebih rendah daripada target penjualan, tapi ia bersikeras bahwa ada ketertarikan yang terus bertambah dan “terlihat ada peningkatan dalam penjualan tiket”.
“Memang benar beban keuangan telah bertambah akibat Asian Games. Tapi bagaimanapun, saya percaya itu akan meningkatkan nilai kota kami” dan menarik para investor asing, tambah dia.
Penyelenggaraan Asian Games menyedot anggaran hampir 2 miliar US Dollar, dan Incheon kini tercatat sebagai kota dengan hutang terbesar di Korea Selatan. Kini ada blok-blok menara baru, jalur metro, dan fasilitas olahraga yang tersebar. Tapi warga mengatakan, hanya ada tanda-tanda kecil dari 200.000 pengunjung yang disebut oleh penyelenggara.
Park Song-Moo, 43, seorang pekerja Incheon, mengatakan: ”Pertandingan olahraga besar, tidak lagi menarik perhatian publik”.
“Kekhawatiran terbesar kami adalah ekonomi. Orang-orang muda punya ketertarikan baru dalam kesenangan dan aktifitas pribadi seperti Internet, bukan olahraga. Masyarakat yang sangat terdigitalisasi adalah alasan lain. Orang bisa menonton pertandingan langsung dari smartphone tanpa harus pergi ke stadion,” kata dia.
“Kepentingan publik dalam Asian Games tidak begitu kuat, dan orang tidak ingin mengeluarkan uang untuk cabang olahraga yang tidak popular. Kami lebih khawatir soal anggaran kami. Sejumlah orang berpikir Korea Selatan seharusnya tidak lagi menghamburkan uang pembayar pajak untuk membiayai acara internasional yang mahal karena hasilnya nanti adalah kenaikan pajak.”
Indonesia Tuan Rumah
Dewan eksekutif Olympic Council of Asia (OCA), hari Jumat menyetujui Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang harus berjuang menemukan tuan rumah karena masalah dana.
Pimpinan olahraga Asia harus dengan cepat menemukan pengganti setelah Vietnam mengatakan April lalu bahwa mereka tidak mampu menggelar Asian Games.
“Telah disepakati oleh EB (executive board) bahwa pada 2018, Asian Games di Jakarta, Indonesia,” kata presiden dewan tersebut Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah.
Badan tersebut akan memberikan stempel atas keputusan ini pada Sabtu. Namun Sheikh Amad menekankan badan itu telah memberi dirinya “kewenangan untuk memutuskan dan menemukan pengganti Vietnam.”
Ade Lukman, anggota Komite Olimpiade Indonesia, mengungkapkan kegembiraan. ”Terpilih sebagai tuan rumah Asian Games adalah sebuah kehormatan bagi rakyat Indonesia,” kata dia.
Para pimpinan OCA bertemu di Incheon, Korea Selatan menjelang pembukaan Asian Games ke-17 yang digelar pada hari Jumat.
Kompetisi banyak cabang olahraga terbesar dunia nomor dua setelah Olimpiade itu, tahun ini menampilkan 13.000 atlet, pelatih dan ofisial dari 45 negara atas 36 cabang olahraga.
Vietnam semula dipilih menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 pada 2019, namun mundur dangan alasan krisis ekonomi. Indonesia dengan segera menjadi favorit untuk mengambilalih tanpa ada kandidat serius lainnya.
OCA awalnya menjadwalkan acara itu pada 2019 untuk menghindari bentrokan dengan Olimpiade. Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan dan Olimpiade 2020 di Tokyo.
Tapi Jakarta mengatakan kepada OCA bahwa jika mereka menjadi tuan rumah, maka acara itu harus dimajukan menjadi 2018, karena pemilihan presiden dijadwalkan pada 2019.
Indonesia terakhir mementaskan Asian games pada 1962 di Jakarta.
Bintang tinju Indonesia Chris John, yang pensiun tahun lalu, menyebut terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah adalah ”berita besar”.
“Saya pikir itu akan membantu meningkatkan profil Indonesia di seluruh dunia, dan saya yakin itu akan memberi tim tuan rumah kita kepercayaan diri lebih besar ketika bertanding,” kata dia.




