
BOJONEGORO (bangsaonline) ā Jalan dan jembatan layang (fly over) di kawasan Desa Ngraho, Kecamatan Gayam Bojonegoro, mulai dilintasi kendaraan truk pengangkut material yang hilir mudik di lokasi proyek minyak dan gas (migas) Banyu Urip Blok Cepu di Bojonegoro.
Jalan layang sepanjang satu kilometer yang merupakan salah satu proyek fisik Banyu Urip Blok Cepu itu kini sedang diujicoba. Pengerjaan proyek jembatan layang yang melintas di atas rel kereta api jalur utara itu kini sudah mencapai 90 persen. Para pekerja masih tampak menyelesaikan tahap akhir pembangunan jembatan layang yang berdiri di atas lahan seluas 17 hektare tersebut.
Pembangunan jalan dan jembatan layang itu dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Hutama Karya (HK), badan usaha milik negara. Sesuai rencana penyelesaian jembatan layang itu paling lambat pada Oktober 2014. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebetulnya dijadwalkan meresmikan pembangunan jalan dan jembatan layang serta fasilitas penunjang produksi migas Banyu Urip Blok Cepu tersebut pada 10 September lalu. Namun, peresmian itu diundur dan rencananya dilaksanakan pada 10 Oktober mendatang.
Menurut salah satu petugas lapangan proyek jembatan layang Banyu Urip, Aji Manan, jembatan layang saat ini sudah dilalui kendaraan truk pengangkut material dan juga mobil karyawan. "Jembatan layang boleh dilalui sejak pagi hingga sore. Namun, malam hari belum bisa dilalui karena lampunya belum menyala," ujarnya.
Menurut Aji, selama masa ujicoba hanya kendaraan truk pengangkut material yang boleh melintas. Sedangkan, truk jumbo yang mempunyai roda enam belum boleh melintas. Meski tahap ujicoba akan tetapi kendaraan truk yang melintas di jembatan layang itu mencapai ratusan per hari.
Sementara itu menurut Bagian Hubungan Masyarakat PT Rekind, Herman Susatya, jembatan layang itu saat ini memang sedang diujicoba dilintasi kendaraan truk dan mobil pengangkut karyawan. "Iya jembatan layang itu mulai difungsikan. Namun, saat ini masih tahap ujicoba," ujarnya.
Ia mengatakan, proyek jalan dan jembatan layang itu kini hampir rampung. Sebelum rombongan SBY berkunjung ke lokasi proyek Banyu Urip dipastikan jembatan layang itu sudah selesai pengerjaannya. "Saat ini pengerjaan proyek jembatan tinggal tahap penyelesaian dan perapian," ujarnya.
Proyek jembatan layang ini merupakan salah satu paket proyek migas Banyu Urip Blok Cepu di Bojonegoro yang menelan dana triliunan dari APBN. Proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi Banyu Urip Blok Cepu itu meliputi pembangunan fasilitas produksi minyak mentah, pembangunan jalur pipa darat untuk alir muat minyak mentah, pembangunan jalur pipa bawah laut untuk alir muat minyak mentah, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan dermaga untuk bersandar kapal tangker di pantai utara Tuban. Pembangunan proyek Banyu Urip itu meliputi wilayah Bojonegoro dan Tuban.



