SURABAYA (bangsaonline) - Para kader posyandu di Kelurahan Sidodadi dan Simolawang Surabaya diberikan pelatihan dan pembinaan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi para kader. Diharapkan para kader ini dapat semakin berdaya dan meningkatkan peran aktifnya terhadap masyarakat.
Pentingnya pembinaan ini, menurut Natalia Lusnita, General Manager CSR dan Corporate Communication PT Hero Supermarket Tbk, didasari kenyataan saat ini banyak posyandu yang ‘hilang’ dalam arti kegiatan, eksistensi, dan bahkan ‘hilang’ secara fisik. Ditambah lagi, jumlah kader posyandu yang aktif dan berkompeten semakin menurun. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi penyebab menurunnya jumlah posyandu di Indonesia.
“Kami menyadari bahwa para kader posyandu adalah ujung tombak bagi keberhasilan pembinaan dan pengembangan posyandu. Kondisi posyandu hingga saat ini masih memegang peran penting terhadap tingkat kesejahteraan dan kesehatan bagi ibu dan anak. Khususnya yang tinggal di daerah pedesaan, pinggiran kota, atau bahkan area tempat tinggal yang jauh dari akses pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, atau puskesmas),” ujar Natalia, disela acara pelatihan yang digelar di Hotel Sahid Surabaya, Selasa (16/9/2014).
Dr Rachmad Willy dari Wahana Visi Indonesia menambahkan, kegiatan pelatihan dan pembinaan ini meliputi pelatihan pelayanan kesehatan, pemberian makanan tambahan (software), peningkatan kompetensi kader posyandu (brainware), serta pemberian sarana (hardware). Selain itu, para kader posyandu juga dibekali dengan pendalaman pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan posyandu dan pengetahuan gizi baik bagi ibu dan anak.
“Dengan diadakannya kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama anak-anak. Kami menargetkan sekitar 5.000 anak-anak dari Kelurahan Sidodadi dan Simolawang akan menerima manfaat dari kegiatan ini baik secara langsung maupun tidak langsung,” sebut dr Willy.
“Di dua kelurahan ini, dari 24 posyandu masih 8 posyandu yang kami berikan pembinaan. Target kami, posyandu bisa mencapai strata mandiri. Sementara ini stratanya masih pratama dan madya, belum mencapai purnama dan mandiri,” lanjut dr Willy.Mandiri, dijelaskan dia, adalah yang jumlah kadernya melebihi 5 orang, bisa mencukupi kegiatannya sendiri, bisa menghidupi operasional secara mandiri.



