Fraksi PKB - PDIP Jatim Tandatangani Petisi Penolakan RUU Pilkada


SURABAYA (BangsaOnline)

Menjelang pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada oleh DPR RI, penolakan masyarakat terhadap RUU itu terus meluas. Terbaru, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Jawa Timur menyuarakan penolakan terhadap RUU Pilkada di depan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Senin (15/09/2014).

Para demonstran itu mendesak anggota DPRD Jatim menandatangani petisi penolakan terhadap RUU yang mengatur pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Dari 9 Fraksi yang ada di DPRD Jatim, hanya Fraksi PKB dan PDI Perjuangan yang bersedia menandatangani petisi tersebut. Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Baddrut Tamam yang menemui pendemo mengungkapkan, Fraksi PKB menandatangani penolakan RUU pilkada dipilih DPRD karena rakyat harus berdaulat dengan menentukan pemimpinnya secara langsung tanpa diwakili oleh anggota DPRD. Menurut Baddrut, bila hak rakyat memilih langsung pemimpinnya dihapuskan. Maka jarak antara pemimpin dengan rakyat akan semakin jauh. Sebab, rakyat tak merasa memilih pemimpin tersebut sebagai kepala daerah.

"Fraksi PKB DPRD Jatim ikut menandatangani petisi penolakan terhadap RUU Pilkada karena ini aspirasi rakyat. Kami berharap pilkada langsung seperti yang sudah berlangsung selama ini tetap dipertahankan, karena disitu letak kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpinnya," tutur politisi PKB yang akrab disapa Tamam itu.

Di tempat yang sama, Suhandoyo Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga ikut menandatangani petisi penolakan terhadap RUU Pilkada menjelaskan, sikap FDIP di Jatim itu sesuai dengan sikap FPDIP di DPR RI. Politisi senior PDIP Jatim itu menilai RUU itu banyak mudharat dari pada manfaatnya. Terutama pasal yang menghapus pilkada secara langsung. Menurutnya, bila kepala daerah tidak dipilih secara langsung, legitimasi kepala daerah di mata rakyat juga akan berkurang. Karena rakyat tidak merasa memilih mereka sebagai pemimpin.

"Bila kepala daerah tidak dipilih secara langsung. Maka legitimasi mereka di mata rakyat akan kecil. Karena rakyat tidak merasa memilih mereka sebagai pemimpin. Jadi RUU ini harus ditolak," tandas Ketua Bappilu DPD PDIP Jatim itu.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Fraksi PKB - PDIP Jatim Tandatangani Petisi Penolakan RUU Pilkada