BONDOWOSO (BangsaOnline) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso dituding lamban dalam menangani dampak kebakaran Pasar Induk Bondowoso. Selain itu, hingga kini belum ada pemulihan psikologis para pedagang korban kebakaran.
“Kami menyayangkan sikap pemerintah Bondowoso yang tidak melakukan antisipasi dini terhadap potensi terjadinya kebakaran dipasar induk bondowoso karena tidak mengindahkan seruan IP3I untukmenyediakan mobil pemadam kebakaran yang standby rutin dilokasi pasar,” cetus Taufiq Jumhur Ketua Ikatan Persaudaraan Pedagang Pasar (IP3I) saat membuka posko pengaduan di lokasi Pasar Induk, Senin (15/9/2014).
Selain itu, kata Taufik, hingga kini tidak tidak ada perwakilan dari Pemkab yang mengajak para pedagang untuk berdialog. Pedagang juga belum mendapatkan kepastian mengenai waktu relokasi sementara. “Percepatan relokasi sementara yang strategis, layak guna dan aman yang sempurna harus difasilitasi oleh pemkab bondowoso,” imbuhnya
Padahal, kata dia, kebakaran telah menghanguskan hampir seluruh bangunan kios milik pedagang dan menimbulkan kerugian hingga Rp 30 miliar lebih. “Rasa empati pemerintah pada korban sama sekali tidak ada, pemulihan psikologis kepada pedagang juga tidak ada. Jangankan itu, menyapa saja tidak ada. Langkah yang diambil Pemkab apa? Padahal ini sudah beberapa hari pedagang tidak ada pemasukan,” tegas.
Selain itu, IP3I juga meminta Pemkab Bondowoso untuk mengevaluasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tidak melakukan antisipasi bencana kebakaran. Menurutnya, peristiwa kebakaran pasar beberapa waktu lalu itu memperlihatkan bahwa BPBD tidak memiliki infrastruktur pemadam kebakaran dan sumber daya manusia (SDM yang mumpuni untuk menangani bencana.




