
SURABAYA (BangsaOnline) - Gelombang penolakan terhadap RUU Pemilukada tak langsung atau dipilih DPRD terus mengalir. Siang tadi (15/9), perwakilan aktifis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Surabaya mendatangi Gedung DPRD Surabaya.
Sekitar delapan orang pengurus dan anggota PMKRI menyampaikan nota keberatan, jika proses Pemilukada Surabaya nantinya dipilih Anggota DPRD. Mahasiswa tiba dihalaman gedung dewan sekitar pukul setengah sebelas siang.
Meski hanya melakukan orasi sekitar lima menit, tujuan utama aksi ini untuk melakukan audiensi bersama anggota dewan.''Jika (RUU Pemilukada, Red) disahkan, ini jelas kemunduran demokrasi terhadap sistem pemilukada,'' kata Yodha Yohanes Tambun Ketua Presidium PMKRI Surabaya.
Meski secara konstitusi pemilihan tidak langsung tidak melanggar, namun Mahasiswa menilai hal tersebut tidak membawa dampak besar. Sebab, proses Pemilukada yang berjalan selama ini sudah berjalan baik.
''Kami harap anggota Dewan Surabaya menolak rencana pengesahan itu, dan tetap menjalankan pemilihan langsung oleh rakyat,'' Terang Yodha. Selama hampir satu jam berada dihalaman gedung dewan, akhirnya perwakilan mahasiswa ditemui oleh Masduki Toha Wakil Ketua DPRD Sementara.
Terpisah, Masduki mengatakan aspirasi tersebut akan dijembatani untuk disampaikan kepada DPR RI.''Sudah saya terima notanya. Seperti apa nantinya, ya dilihat saja,'' kata Masduki.



