Banyak Perempuan Bershampo Tak Sesuai Kebutuhan

SURABAYA (bangsoanline) - Ternyata, masih banyak perempuan memakai shampo bukan karena sesuai kebutuhan rambut. Tetapi lebih karena masukan dan saran dari teman, serta karena tren.

"Kami sudah melakukan riset ke beberapa perempuan tanpa membawa merek produk shampo. Ternyata, banyak di antara perempuan yang kami riset lebih mendengarkan saran teman. Mereka tidak melihat kebutuhan rambut mereka apa," ujar BM Emeron Shampo Yufiana, ditemui saat acara kampanye hair speak di Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Sabtu (13/9/2014).

Padahal, lanjut dia, rambut itu berbicara yang ditunjukkan dengan kondisi kusam, kering, dan gatal. "Nah, karena kurangnya pengetahuan akan kebutuhan rambut inilah, kami mulai 10-14 September 2014 menggelar hair speak day. Disini, para perempuan bisa memeriksakan kondisi rambutnya bagaimana. Apakah kusam, lepek, bercabang, berketombe, rontok atau kasar. Nantinya, kami sarankan shampo apa yang tepat," urai Yufiana.

Lebih jauh mengenai varian, ia mengatakan saat ini produknya terdapat 6 varian yang menyasar perempuan usia 18-30 tahun. Yakni urang-aring, anti ketombe, soft and smoth, hair fall control, nature shine, dan damage. Semuanya merupakan formula baru dan desain lebih slim. 

"Meski tidak ada shampo khusus para hijaber, tetapi kami bisa menyarankan shampo yang sesuai kebutuhan. Rambut yang selalu ditutup kerudung biasanya lepek. Nah, kami punya produk yang untuk rambut lepek," pungkasnya. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Banyak Perempuan Bershampo Tak Sesuai Kebutuhan