Jembatan Kepuh Kemiri Sidoarjo Rusak, Butuh Perbaikan

Sidoarjo-(BangsaOnline)

Fondasi jembatan menghubungkan dua desa di RT 10 RW 2 Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan Rabu (10/9) kondisinyamemperihatinkan. Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1994 secara swadaya oleh wargakedua desa itu setiap hari digunakan sebagai jalan pintas untuk anak-anak berangkat sekolah.

Selain itu, jembatan juga sebagai jalan pintas mengarah ke makam waliyullah MbahZaelani di Desa Kajeksan. Setiap kali melintas di atas jembatan, pengguna selalu khawatir dan was-was.

Kepala Desa Kepuh Kemiri, Budiyanto ketika ditemuidi ruang kerjanya mengatakan, kerusakan jembatan karena tergerus derasnya aliran air sungai. Jembatan itu hanya memiliki lebar 1, 5 meter dibangun secara swadayaoleh warga di dua desa.

“Dengan kondisi yang ada saat ini, diperkiran jembatan tidak akan bertahan lama. Tumpukan batu banyak yang terlepas dan tergerus air," ujar Kades Kepuh Kemiri Budiyanto.

Kades juga mengaku sudah mengajukan ke dinas terkaitdi Kabupaten Sidoarjo, namunhingga sekarang ini belum ada realisasinya.

"Memang sudah dilakukan pengukuran, tetapi tidak ada pengerjaan. Saya khawatir jembatan itu akan runtuh setiap saat, padahal jembatan sering dimanfaatkan perlintasan anak-anak sekolah,”ujar Budiyanto.

Jembatan tersebut hanya satu-satunya jalur penghubung ke desa lainnya. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diharapkan lebih tanggap dan serius untuk segera memperbaiki jembatan.

“Padahal makam Waliyullah Mbah Zaelani yang sering dikunjungi bupatidan peziarah dari manapun," ungkap Kades.

Secara swadaya, warga sudah bergotong-royong melakukan perbaikan melalui senbeck denganmenggunakan gedek bambu agar kerusakan tidak terlalu parah. Namun, hasilnya tidak bisa maksimal bahkan potongan bambu sebagai penahansenbeck hanyut terbawa arus air.


Jembatan Kepuh Kemiri Sidoarjo Rusak, Butuh Perbaikan