Pemkot Beri Pelatihan Warga Terdampak Penutupan Lokalisasi Dolly

SURABAYA (BangsaOnline) - Upaya melatih warga terdampak pasca deklarasi penutupan Dolly dan Jarak terus dilakukan Pemkot Surabaya. Pagi tadi (10/9), program tersebut resmi dibuka di Kantor Kecamatan Sawahan Surabaya.

Rencananya program tersebut akan berjalan selama 15 hari kedepan. Beragam pelatihan diberikan kepada warga oleh pihak Bapemas Surabaya bekerjasama dengan PT. Petikemas Surabaya, melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Ada 80 peserta dari warga terdampak yang ditargetkan mengikuti pelatihan kewirausahaan ini."Nanti dibagi beberapa kelompok sesuai keinginan masing-masing warga," terang Nanis Chairani Kepala Bapemas Kota Surabaya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Beberapa pelatihan tersebut diantaranya, keterampilan menjahit, membuat kue kering, dan beberapa kegiatan lainnya yang dapat merangsang warga untuk berwirausaha.

Untuk lokasi pelatihan akan dipusatkan di gedung sebelah barat Kantor Kecamatan Sawahan. Proses pelatihan yang resmi digelar besok (11/9), dibagi menjadi beberapa tahap. Dalam sehari agenda pertemuan akan berjalan selama dua jam.

"Ya disesuaikan dengan materi pelatihannya. Kalau membuat kue kering pasti membutuhkan waktu agak lama," kata Nanis.

Camat Sawahan M.Muslich mengatakan, semua peserta berusia rentang 37-50 tahunan."Ini warga terdampak yang mau untuk maju. Dengan pelatihan ini kan nantinya warga bisa memanfaatkan hasil pelatihan yangdidapat untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga," kata dia.

Dalam kegiatan yang resmi dibuka Eko Harianto Asisten IV Bidang Kesra Pemkot Surabaya ini, dihadiri oleh seluruh Muspika Kecamatan Sawahan Surabaya. Kegiatan pembukaan tersebut didahului dengan pemberian materi konseling tentang semangat dan kekuatan mental untuk meraih kesuksesan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Pemkot Beri Pelatihan Warga Terdampak Penutupan Lokalisasi Dolly