Giliran Sawah di Lamongan yang Kering

Giliran Sawah di Lamongan yang Kering

LAMONGAN (bangsaonline) - Beberapa areal pertanian padi di Lamongan mulai alami kekurangan air. Sementara musim kemarau kelihatannya belum akan berlalu. Sehingga dimungkinkan sumber air bersih untuk konsumsi warga juga akan berkurang.

Mengantisipasi potensi kekeringan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Yuhronur Efendi menginstruksikan untuk mengaktifkan call center BPBD di 0322 317730. “Bagi masyarakat yang ingin melaporkan adanya adanya kekurangan air atau membutuhkan droping air bersih, bisa menghubungi call center, “ ujar dia.

Dia menegaskan, jika sewaktu-waktu ada permintaan air bersih, kendaraan sudah siap mendistribusikan secara gratis. Disebutkannya, di BPBD ada 2 kendaraan dengan kapasitas masing-masing 6 ribu liter dan PDAM memiliki 2 unit kendaraan dengan kapasitas masing-masing 4 ribu liter.

Terkait potensi kekeringan di areal persawahan, Yuhronur menyebut itu terjadi karena petani menggunakan pola tanam padi-padi-padi. Padahal di musim kemarau yang minim air ini, komoditas palawija lebih disarankan untuk ditanam petani. 

Seperti komoditas kedelai yang memang dikenal tidak membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Sehingga saat ini, petani di Kecamatan Sugio yang menanam kedelai sedang menikmati manisnya panen bahan baku tahu dan tempe ini.

Potensi kekurang air terjadi pada 17.398 ha areal padi dan seluas 5.388 areal tanaman kedelai. Diantara areal pertanian padi yang terdeteksi mengalami kekeringan adalah di Kecamatan Sukodadi seluas 1.133 ha dengan 612 ha diantaranya sudah berumur 60-70 hari. Selain itu, seluas 15 ha lahan padi di Desa Lopang dan seluas 10 ha Desa Nongkojajar mengalami puso. 

Di Lamongan, terdapat 44 waduk dan rawa dibawah pengelolaan Dinas PU Pengairan Lamongan. Yakni terdiri dari 33 waduk dan 11 rawa dengan kapasitas maksimal 110.608.905 meter kubik.


Giliran Sawah di Lamongan yang Kering