Dengan kemajuan industrialisasi migas Bojonegoro, yang mayoritas pekerjanya orang asing diharapkan wayang Thengul menjadi daya tarik bagi para ekspatriat migas.
Kabid Pengembangan dan Pariwisata Kebudayaan, Disbudpar
Bojonegoro, Suyanto menegaskan, pihaknya telah berupaya untuk terus mengenalkam
tari Thengul ke khalayak umum baik dalam maupun luar Bojonegoro. Bahkan dengan
banyaknya orang asing yang bekerja di proyek Migas ia jadikan momen tersendiri
untuk mengenalkan budaya asli Bojonegoro.
"Kami sudah membawa tari Thengul ke beberapa Kabupaten lain, salah satunya
Kediri, dan
mereka terkesan senang sekali dengan pentas seni yang disuguhkan,"
ujarnya, Sabtu (6/9/2014).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan beberapa hotel di Bojonegoro yang
sering menampilkan tari-tarian sebagai acara pembuka ataupun pada saat ada tamu
negara yang akan hadir. "Apalagi jika ada acara yang diselenggarakan oleh
operator migas, kami berharap mereka menampilkan tarian Thengul,"
harapnya.
Ditambahkan, tidak hanya tari Thengul saja, tapi juga wayang Thengul yang sejak
jaman nenek moyang telah menjadi tontonan masyarakat akan dikembangkam dan
dilestarikan oleh Pemkab Bojonegoro. "Semoga semua pihak mendukung program
kelestarian budaya daerah di Bojonegoro ini," pungkasnya.



