JAKARTA (BangsaOnline) - Mabes TNI bekerja sama dengan CIS School of Innovation dan Yayasan Planet Inovasimenggelar ajang Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014. Salah satu tujuannya, untuk mendorong inovasi dan profesionalisme di lingkungan TNI.
Penghargaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi, mengenali, mengakui dan mendiseminasi karya inovasi yang berasal dari lingkungan TNI dan dari luar lingkungan TNI yang dapat dikategorikan secara luas dalam bentuk inovasi tekhnologi (technology innovation, high-end innovation) dan inovasi Sumber Daya Manusia (human-approach innovation, low-end innovation)
Ajang Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 bertujuan, diantaranya memberi apresiasi kepada individu/satuan/organisasi militer dan PNS di lingkungan TNI serta indvidu/tim/organisasi non militer yang menciptakan dan/atau mengembangkan produk-produk (barang atau jasa) yang diperuntukkan bagi keperluan TNI.
Tujuan digelarnya ajang itu, juga untuk mendorong tumbuh dan kembangnya ekosistem inovasi di lingkungan TNI dengan memperkuat kerja sektoral antar aktor-aktor inovasi serta memonitor implementasi kebijakan pimpinan TNI tentang inovasi militer (technology/high-end innovation dan human-centric/low-end innovation).
Para peserta merupakan Organisasi/Unit kerja/Satuan/Tim/Individu TNI dan Non TNI yang memiliki karya inovasi dalam lima tahun terakhir (2010-2014) yang memenuhi minimum satu kriterium kinerja inovasi yaitu kinerja teknis di mana ide telah dikembangkan menjadi konsepsi dan/atau produk (prototipe).
Dewan Juri dan Tim Penilai adalah para ahli di bidang yang relevan dengan ranah inovasi dan berasal dari institusi-institusi yang kompeten dalam bidang cakupan seleksi dan penilaian sistematika inovasi.
Dewan Juri adalah, Ketua Ninok Leksono (Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Anggota Komite Inovasi Nasional), dan Wakil Ketua Avanti Fontana (Pengajar Strategi dan Manajemen Inovasi Universitas Indonesia, Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi), serta anggota, Dadang Solihin Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas), Idzam Fautanu (Guru Besar Filsafat Universitas Islam Negeri), Indratmo Soekamo (Guru Besar Bidang Rekayasa Air, Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung), Iwan Sudrajat (Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi BPPT) , Lily Sudhartio (Pengajar Strategi & Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Luky A Yusgiantoro (SKK Migas), Mohammad Nasikin (Guru Besar Teknik Kimia FTUI), Sandiago Uno (Pengusaha/Pendiri Saratoga Investama Sedaya), dan Perwakilan TNI.
Sedangkan Tim Penilai adalah para ahli yang berpengalaman menilai apresiasi inovasi di Indonesia dan sekaligus aktivis inovasi di bidangnya masing-masing. Dewan Juri dan Tim Penilai didukung oleh Tim Dokumentasi, Pendataan dan Analisis dari CIS School of Innovation dan Yayasan Planet Inovasi.
Penghargaan inovasi ini sejalan dengan gagasan dan komitmen Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko pada saat penyampaian paparannya dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan Calon Panglima TNI tanggal 21 Agustus 2013 lalu, di hadapan Komisi I DPR RI yaitu untuk mengembangkan inovasi dan profesionalisme TNI dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.
Hal itu antara lain terkait isu-isu profesionalisme,kedisplinan prajurit, kesejahteraan, penegakan hukum dan HAM, melanjutkan program MEF (minimum Essential force) atau kekuatan pokok minimum dan menjaga netralitas TNI. Semua itu bisa diselesaikan melalui berbagai inovasi secara sistematis, terencana dan terukur.



