BALI(BangsaOnline)Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) melakukan
pertemuan dengan presiden terpilih Jokowi di Bali malam ini. Keduanya pun langsung
melakukan pertemuan tertutup (Rabu (27/8).
SBY datang terlebih dahulu di Hotel Laguna Bali melalui lobi samping. Dia
langsung memasuki ruang Balai raya A sebagai tempat pertemuannya dengan Jokowi.
Sekitar selang dua menit, Jokowi yang memakai batik tiba sekitar 20.47 WITA. Di
dampingi Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Jokowi malah masuk melalui lobi depan
hotel tersebut.
Setelah masuk ruangan, kemudian SBY dan Jokowi langsung duduk berdampingan.
Keduanya langsung berbincang santai yang dipisahkan meja bundar.
Sebelumnya, SBY mengaku pertemuannya dengan Jokowi merupakan yang pertama kali
berlangsung sejak merdeka. Di mana, pertemuan tersebut nantinya akan menjadi
ajang transisi dari pemerintahannya ke pemerintahan Jokowi-JK.
"Ini untuk pertama kalinya sejak merdeka, kita berkesempatan melakukan
transisi yang terencana. Semoga menjadi tradisi demokrasi kita," kata SBY
dalam akun Twitternya, @SBYudhoyono, Rabu (27/8).
SBY pun berjanji akan memberikan seluruh pengalaman dan pengetahuannya selama
10 tahun menjadi presiden. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk keberhasilan
pemerintahan berikutnya. Termasuk jika Jokowi bertanya soal rencana kenaikan
harga BBM.
"Ide pertemuan dari saya dan disambut baik Pak Jokowi. Tujuannya agar
transisi berjalan baik dan untuk keberhasilan pemerintahan berikutnya. Ini
untuk pertama kalinya sejak merdeka, kita berkesempatan melakukan transisi yang
terencana. Semoga menjadi tradisi demokrasi kita," ujar SBY.
SBY mengatakan di atas Kapal TNI-AL di Sorong, Papua Barat, dirinya meminta
Menko Polhukam Djoko Suyanto untuk berkomunikasi dengan Jokowi. SBY
mempersilakan Jokowi memilih waktu pertemuan. Apakah di Jakarta pada 29 Agustus
atau di Bali pada 27 Agustus 2014.
"Pak Jokowi memilih bertemu di Bali, tanggal 27 Agustus malam ini. Hal ini
semata-mata untuk memenangkan waktu," imbuhnya.
Menurut SBY tidak ada agenda yang khusus untuk pertemuan pertama dirinya dengan
presiden terpilih Jokowi. SBY mengaku akan lebih banyak mendengar.
"Apa yang saya ketahui, alami dan laksanakan selama 10 tahun memimpin negeri
dan menjalankan pemerintahan, tentu berguna bagi Pak Jokowi. Lebih baik saya
menunggu dan merespon saja. Kalau saya pro-aktif, dianggap merecoki Pak Jokowi.
Padahal niat saya baik dan tulus," tuturnya.
SBY juga sempat menyinggung soal desakan untuk menaikan harga BBM. "Ada
yang mengatakan Pak Jokowi akan mendesak saya untuk menaikkan harga BBM. Saya
sudah siap meresponsnya, jika ditanya," tutupnya.




