Hutang ke Bank, Anggota Dewan harus Tunggu Fraksi Terbentuk

Hutang ke Bank, Anggota Dewan harus Tunggu Fraksi  Terbentuk

GRESIK (bangsaonline) - Anggota DPRD Gresik periode 2014-2019 yang ingin hutang  uang ke Bank Jatim dengan  jaminan SK (Surat Keputusan), harus bersabar. Sebab, pimpinan DPRD  Gresik Sementara H Abdul Hamid belum berani memberikan  rekom anggotanya untuk hutang uang ke bank atas nama anggota DPRD, kalau fraksi belum terbentuk. "Saya belum berani teken  rekomendasi sebagai pesyaratan  anggota hutang uang ke bank, sebab fraksi  belum terbentuk, " kata  Ketua DPRD Gresik Sementara, H Abdul Hamid, Rabu (27/8).

Menurut Hamid, anggota  DPRD  Gresik periode  2014-2019 bisa hutang uang ke bank bukan hanya menyerahkan jamiman  SK ke  bank sebagai jaminan. Namun, juga harus ada rekomendasi  dari pimpinan DPRD dan ketua fraksi. Pimpinan  DPRD sementara sudah terbentuk. Namun, ketua fraksi  belum ada karena  fraksi  belum terbentuk. "Ya kalau hutang sabar dulu menunggu  adanya ketua fraksi  difinitif, " tuturnya.

Hamid mengaku, banyak anggota DPRD yang baru dilantik 23 Agustus 2014 ingin hutang ke Bank Jatim. Berbagai alasan mereka lontarkan  sebagai  ligitimasi  untuk hutang. Mulai uang untuk melunasi  hutang yang mereka gunakan  untuk modal Pileg (pemilu legislatif) 9 April, juga ada yang untuk kebutuhan keluarga.

Dijelaskannya, anggota DPRD Gresik yang ingin hutang ke Bank  Jatim diberikan  batas maksimal hutang sebesar  Rp 400 juta, dengan tenggat  waktu pelunasan hingga 4 tahun masa jabatan. Untuk pelunasan hutang itu, pihak bank akan memotong  penghasilan  resmi (gaji) anggota  DPRD setiap bulannya. Besarannya hingga Rp 5 juta. "Saya akan bantu dan  fasilitasi  teman-teman yang ingin hutang bank, " terang  politisi senior Golkar asal  Kecamatan Sidayu ini.

Sementara Jumanto, anggota  DPRD  Gresik asal PDIP mengatakan, banyak anggota  DPRD yang memiliki hutang cukup besar untuk modal Pileg  9 April 2014. Anggota  DPRD tidak punya cukup uang untuk melunasinya. Karena itu, salah satu caranya, adalah  dengan meminjam  uang ke bank untuk melunasi  hutang tersebut. " Ya anggota DPRD itu seperti ini, dikiro enak wae ( ya anggota DPRD seperti ini, dikira enak aja), " kata politisi senior PDIP asal Lowayu, Dukun ini.

Menurut Jumanto, tanggungan keuangan anggota  DPRD itu sangat besar. Mulai, untuk  iuran partai, ngeramut  konstituen dan operasional se hari-hari untuk  menjalankan  tugas. " Jadi, kalau gak pintar-pintar ngatur penghasilan, bisa nggak  kebagian anak dan istri," pungkas Jumanto.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Hutang ke Bank, Anggota Dewan harus Tunggu Fraksi Terbentuk