Dugaan Korupsi Pelatihan Otomotis, Disidik Saksi Ketakutan

Dugaan Korupsi Pelatihan Otomotis, Disidik Saksi Ketakutan

Surabaya–(BangsaOnline)

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya terus mendalami kasus dugaan korupsi pelatihan otomotif dan pemalsuan sertifikat pelatih di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya. Puluhan saksi dimintai keterangan.

"Masih berjalan. Saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan saksi-saksi," kata Bayu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjung Perak, Selasa (26/8).

Dia menjelaskan, selain dari pejabat Disnaker dan rekanan, para saksi yang dimintai keterangan adalah para peserta pelatihan. Nah, memeriksa saksi, kata Bayu, gampang-gampang susah. "Karena banyak saksi yang ketakutan, seakan-akan mereka merasa terlibat. Padahal tidak," ujarnya.

Ferdi, tim penyidik Pidsus, menerangkan, pernah suatu waktu seorang saksi yang dipanggil datang ke kejaksaan pukul 18.00 petang. Saat ditanya, dia baru bisa datang karena seharian harus bekerja. "Akhirnya kita tanya si saksi, bisanya hari apa dan jam berapa. Dia bilang pagi. Besoknya datang jam tujuh pagi," cerita dia.

Ketika terjadi seperti itu, kejaksaan harus berkompromi dengan kemauan saksi. Menurut Bayu, kejaksaan tetap harus mempertimbangkan hak-hak saksi, termasuk dalam hal kesibukannya dalam bekerja. Mantan Kasipidum Kejari Tuban itu mengatakan, saksi tidak perlu takut ketika dipanggil untuk dimintai keterangan. Sebab, saksi hanya dimintai keterangan, tidak mesti diseret terlibat korupsi. "Karena bukan jadi tersangka," tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Dugaan Korupsi Pelatihan Otomotis, Disidik Saksi Ketakutan