58 Desa di Sampang Masuk Zona Kritis Kekeringan

58 Desa di Sampang Masuk Zona Kritis Kekeringan

SAMPANG (bangsaonline) - Padamusim kemarau saat ini di Kabupaten Sampang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang telah mendeteksi sedikitnya ada 58 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Sampang masuk dalam zona darurat kekeringan.

Menurut Wisnu Hartono Kepala BPBD Sampang,zona darurat kekeringan yang termasuk zona kritis ada58 Desa dari 186 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan,yaitui Kecamatan Banyuwates, Torjun, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Pangarengan, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, dan Tambelangan.

“Kekeringan di 58 zona ini merupakan agenda rutin pada saat musim kemarau, bahkan untuk tahun 2014 ini kami BPBD sudah menganggarkan kurang lebih 200 juta untuk membantu distribusi air bersih gratis untuk meringankan warga pada wilayah rawan kekeringan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Wisnu Hartono, anggaran bantuan air bersih ini akan diberlakukan selama tiga bulan kedepan, namun nanti jika anggarannya masih belum cukup, maka akan mengajukan pada biaya tidak terduga yang berada di Dispendaloka Sampang.

“Anggaran 200 juta itu akan digunakan untuk biaya operasional bantuan air bersih pada 58 Desa dengan rincian masing-masing desa dalam sebulan mendapatkan jatah 8 kali pengiriman air bersih gratis," tambahnya.

Untuk mengefektifkan pendistribusian bantuan air bersih disiapkan12 armada mobil tangki yang selalu siaga di 12 Kecamatan tersebut. Tujuannya agar bantuan air bersih dari pemerintah daerah itu bisabermanfaat dan benar-benar meringankan beban warga yang berada di wilayah kekeringan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:58 Desa di Sampang Masuk Zona Kritis Kekeringan