Cagub Jatim nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa usai membuka Festival Kampoeng Petjinan di Marvel City. Foto: DIDI R/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa membuka festival Kampoeng Petjinan Soeroboyo di Marvel City, Jumat (16/2). Dalam kesempatan itu, ia mengungkap sudah sejak lama akrab dengan warga Tionghoa.
“Dulu sekali sejak 1996 saya sudah menjalin komunikasi dengan warga Tionghoa. Kebetulan saya menjadi Wakil Ketua Persaudaraan Indonesia-Tionghoa,” ujar Khofifah.
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
Ia melanjutkan, saat masih berada di parlemen dirinya juga sudah menjalin komunikasi dengan warga Tionghoa. Apalagi waktu itu penataan keberagaman di Indonesia terus dilakukan.
“Puncaknya ketika Presiden Indonesia Gus Dur mengakui Tionghoa sebagai agama resmi. Jasa dan peran Gus Dur sangat besar,” ungkapnya.
Peranan Gus Dur yang menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur menjadi langkah yang tepat. Terbukti, keberagaman itu menjadikan persaudaraan yang kuat antar sesama.
“Semua keberagaman itu diikat dalam pancasila. Makanya persaudaraan semakin kuat,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




