Pejabat Desa di Nganjuk Selingkuhi Istri Warga

NGANJUK (bangsaonline) - Wely Budi Wahono Kasun Jatikampir, Desa Banaran Wetan, Kecamatan Bagor, kepergok selingkuhi Fatimah, istri Juwair, warganya yang masih bertetangga, di sebuah hotel kawasan Sukomoro.

Diawali Juwair mencurigai adanya gelagat yang tidak biasanya dari istrinya. Dia selalu berdandan dan bepergian tanpa tujuan pasti. Juwair akhirnya menguntit.

Ternyata, istrinya pergi bersama kasun. Ada indikasi gelagat kurang baik, Juwair balik ke desa, dan mengajak istri Wely untuk menguntit.

Ternyata, Fatimah dan Weli menuju ke sebuah hotel di kawasan Sukomoro. “Saat itu saya sendiri sudah memanas, tapi saya tahan sampai hingga beberapa saat,” kata Juwair, kepada HARIAN BANGSA, Selasa (19/08).

Cukup menunggu, tanpa pikir panjang pintu kamar didobrak Juwair. Dua orang di dalam kamar itu terkejut, karena yang mendobrak adalah Juwair, warganya sendiri.

“Setelah saya pergoki istri saya bersama Kasun, saya langsung melapor kejadian itu kepada Kepala Desa Banaran Wetan. Tapi laporan saya ditanggapi dingin oleh Kades,” keluhnya.

Dia minta bantuan ketua Karang Taruna desa, dengan membuat laporan resmi agar mendapat kejelasan, “Saya berpendapat, tidak ditanggapinya laporan ini karena pelaku masih keluarga kades,” jelas Juwahir.

Ketua Karang Taruna Desa Agus Susilo, segera melakukan koordinasi dengan ketua RW, RT, dan tokoh masyarakat, karena Kasun Wely dinilai melanggar norma dan etika. “Kejadian yang dilakukan Wely merupakan insiden buruk, apalagi dia adalah panutan desa,” kata Agus.

Merasa banyak desakan dari warga, maka Kades Banaran Weatan melaksanakan rapat warga di balai desa, tuntutan warga menghendaki, agar jabatan kasun supaya di tanggalkan karena merasa tidak layak lagi disandangnya. “Saya berharap agar jabatan perangkat desa bersih dari predikat suka selingkuhi istri orang,” tandas Agus.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: