Alumnus Tebu Ireng Tolak Deklarasi ISIS

Alumnus Tebu Ireng Tolak Deklarasi ISIS

MALANG (BangsaOnline) - Alumnus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, yang tergabung dalam Warga Alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng (KWAT) menolak keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Komitmen tersebut disampaikan seusai diskusi tentang bahaya gerakan ISIS di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu lalu.

Ketua KWAT Fathul Amin mengatakan, saat ini daerag Malang menjadi salah satu tempat gerakan pendukung ISIS.

Menurut Fathul, sudah ada penggalangan relawan dan dukungan terhadap ISIS. Sekitar sebulan lalu, ada kegiatan baiat di sebuah masjid di Dusun Sempu, Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sejumlah warga Malang pun telah berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Fathul menilai, ideologi ISIS mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, pemerintah dan penegak hukum harus menolak segala bentuk gerakan fundamental dan radikal. Dia pun meminta masyarakat lebih menonjolkan Islam yang menjunjung toleransi dan keberagaman.

"Jangan beri kesempatan mereka ruang untuk menguatkan diri," katanya.

Anggota Dewan Pakar Aswaja Centre Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Fais Khoirul Huda, menilai ISIS bukan termasuk golongan ahlus sunnah wal jama'ah. Sesuai dengan kajian sejumlah kitan, kata Fais, ISIS merupakan golongan khawarij. Ideologi mereka tak cocok dengan umat Islam di Indonesia.

"Hasil kajian kitan akidatul daulatil islamiyati fil iraq wa syam yang menjadi pegangan ISIS, terindentifikasi bahwa ideologinya antinasionalisme dan faham kebangsaan," katanya. Misalnya, katanya, ajaran ISIS yang mengharamkan ziarah kubur dan menghancurkan makam tokoh agama.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Alumnus Tebu Ireng Tolak Deklarasi ISIS