Kritisi Pilpres, 'Prabowo-Jokowi' Bacakan Teks Proklamasi

SIDOARJO (BangsaOnline) - Upacara bendera memeringati Hari Kemerdekaan RI ke 69 yang digelar warga Desa Kemiri Rt 07, Rw, 02 Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo berlangsung menarik, Minggu (17/8).

Ratusan warga cukup antusias mengikuti upacara yang digelar di jalan kampung sejak pukul 08.30 WIB. Dengan menggunakan pakaian pejuang masa lalu, warga tampak canggung melakukan setiap tahapan upacara

“Peserta upacara mengunakan pakaian seperti dulu, ini murni inisiatif dari masyarakat, mereka juga mendapatkan pakaian hasil usaha sendiri,” kata M. Khusairi, salah seorang peserta upacara.

Meski kaku, namun tahapan demi tahapan upacara berhasil dilalui warga. Bahkan, prosesi pembacaan teks Pancasila dan Proklamasi berlangsung cukup unik. Dimana, dua orang yang membacakan teks tersebut masing-masing Joko purnomo dan Rusli maju dengan menggunakan topeng kedua calon presiden (Capres) yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Inspektur Upacara Suyitno Achmadi mengatakan, upacara memperingati kemerdekaan sangatlah penting untuk dilakukan.

“Hanya meluangkan waktu setengah jam saja kita untuk memperingati upacara kemerdekaan mengenang para pahlawan kita yang memperjuangkan kemerdekaan indonesia,” katanya usai melakukan upacara.

Menurutnya, para pejuang dulu lebih berat, untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir para penjajah dari Negara Indonesia. Dia juga menambahkan, warga berharap Negara yang Gemah Ripah Loh Jinawi.

“Seharusnya rakyat bisa merasakan sandang pangan yang murah, sekolah gratis dan hidup yang layak,” ujarnya.

Dia juga menyayangkan sikap elite politik yang membuat binggung rakyat atas pemilihan presiden yang hingga kini menjadikan rakyat binggung dengan menunggu hasil keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita rakyat kecil saat ini lagi bingung, sedang menunggu kepastian calon presiden, dan kita berharap capres yang sudah kalah ya legowolah, jangan membinggungkan warga yang saat ini lagi menunggu hasil pilpres, ” katanya didampinggi puluhan warga.

Pria 64 tahun itu menyatakan kepada kedua calon presiden yang bertarung dalam Pilpres agar menaati hasil keputusan yang telah ditetapkan. “Elit politik ojok gawe bingung rakyate (elite politik jangan buat bingung rakyatnya), rakyat yang ada di bawah sudah tenang, jadi keputusan apapun mohon di terima,” pungkasnya usai menyaksikan teatrikal melawan penjajah yang dilakukan usai upacara.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kritisi Pilpres, 'Prabowo-Jokowi' Bacakan Teks Proklamasi